Review Hijrah Oleh Denik

http://ceritadenik13.blogspot.co.id


Judul : Hijrah
Penulis : CeritaDenik13 (Denik)
Genre : Fiksi



"Aku gak suka!"
"Kenapa?" tanyaku dengan lembut.
Hening. Tak ada jawaban.
"Pokoknya gak suka!" teriaknya.
"Iya. Tapi kenapa? Beritahu alasannya? kataku mulai emosi.

Cuplikan dialog di awal cerita Hijrah milik Denik mengundang rasa penasaran untuk melanjutkan dibaca. Siapakah 'Aku' dan tokoh yang bertengkar dalam dialog tersebut? Apa alasan pertengkaran mereka? Beberapa pertanyaan mendasar langsung menyerang pikiran.

Sejurus kemudian, cerita berlanjut secara deskriptif. Pada penggambaran rumah yang dilihat oleh tokoh 'Aku'. Penggambaran tersebut dibumbui dengan emosi yang dialami oleh 'Aku'. Disebutkan juga bagaimana sejarah adanya rumah tersebut.

Selanjutnya penulis menyajikan kisah masa lalu 'Aku' dan tokoh yang di awal cerita dikisahkan bertengkar dengan 'Aku'. Ternyata tokoh tersebut adalah putra dari 'Aku'. Penulis dengan gaya bertuturnya menunjukan bahwa 'Aku', putranya (bernama Alit) dan tokoh tambahan (bernama Papa), merupakan keluarga yang harmonis.

Dalam kisahnya, penulis menginformasikan bahwa 'Aku' dan putranya baru pindah ke rumah tersebut. Penulis juga memberikan satu konflik lain tentang ketidakhadiran Papa diantara mereka. Namun, konflik utama antara 'Aku' dan putranya dihadirkan kembali dengan lebih kuat melalui emosi perasaan yang ditunjukan 'Aku'.

Pada antiklimaks, penulis menuturkan penyelesaian pertengkaran 'Aku' dan putranya ternyata berhubungan dengan rumah baru tersebut. Hal ini agaknya bisa sedikit terbaca oleh pembaca karena kisah rumah yang dijelaskan cukup detail.

Selain itu, konflik ketidakhadiran Papa yang tersamarkan membuat pembaca digiring untuk beranggapan bahwa ketiadaan tokoh Papa akibat pekerjaannya dan tidak berhubungan dengan pertengkaran antara 'Aku' dan putranya.

Kemudian di akhir cerita, pembaca dikejutkan dengan ungkapan batin dari 'Aku' yang tidak terduga-duga adalah istri kedua. Pada bagian ini, penulis ingin menunjukan sesuatu yang lain yang tidak terprediksi oleh pembaca.

Setelah selesai membaca kisah Hijrah yang ditulis oleh Denik, pembaca akan mampu merasakan peliknya hati seorang ibu. Namun, patut dipertanyakan, menyoal judul dan isi cerita, agaknya kurang dramatis kecocokannya.

Dibalik semua ulasan tersebut, cerita Hijrah karya Denik, layak untuk diacungi jempol. Tutur bahasa berceritanya yang menunjukan bukan menceritakan, membuat pembaca penasaran. Penambahan emosi perasaan yang lugas membuat pembaca ikut juga merasakan sensasi yang dialami 'Aku'.

Silahkan baca kisah lengkapnya di Hijrah karya Denik..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran