Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Muda Juga Tidak Menjamin

Suatu ketika aku duduk dalam acara seminar pengembangan diri. Aku sengaja memilih bangku di tengah-tengah ruangan. Hematku, bangku di tengah ruangan seperti poros dari jalannya seminar. Antara suasana dan kondisi pemateri dan peserta. Rupanya muda juga tidak menjamin. Begitu kira-kira inti dari isi seminar. Muda juga tidak menjamin? Memang iya. Bukankah kita juga sering mendengar tidak banyak yang bisa dipetik dari pemuda. Cap pemuda memang mengerikan. Misalnya tidak banyak pengalaman, belum mahir mengelola insting dan risiko. Padahal, tuntutan sebagai pemuda begitu besar. Tidak heran jika banyak pemuda yang pada akhirnya memilih kalah pada dunia. Sebenarnya, menjadi pemuda adalah spesial. Tekad dan semangat besar harus selalu jadi pegangan. Tentu saja tidak ada yang mudah. Meskipun tidak juga terlalu sulit. Hanya saja, pemuda memang dituntut untuk selalu mau belajar dan bekerja keras. Bukan apa-apa. Pemuda biasanya tidak sabaran untuk sukses. Bahkan sering kali cepat menyerah

Pencari Kasih

Gambar
https://encrypted-tbn0.gstatic.com Mari kita menaikan sebuah standar keromantisan. Jika seringkali senja dikaitkan dengan romantis maka mega merupakan yang paling romantis. Bukankah semburat jingga mega lebih indah dan mengagumkan? Lantas melihat mega seperti memberi dorongan pada jiwa dan raga untuk hidup kembali dan semangat lagi mengawal hari. Ya, seperti hari ini. Aku melihat mega itu. Katamu, "Tataplah meskipun sinarnya menyilaukan. Di sanalah sensasi kenikmatannya berasal." Aku hanya terdiam. Aku tahu kamu selalu memiliki cara unik menjadi bahagia. Aku suka itu. Sejak dulu. Entah bagaimana, jantungku tidak pernah bisa berhenti melihat wajah tampanmu diterpa kilau mega itu. Aku gugup. Sungguh. "Hei!" tegurmu ketika aku hanya menatap kosong wajah di hadapanku. "Tidak perlu terpesona seperti itu. Aku tahu bahwa aku sangat tampan. Namun, aku juga tahu bahwa aku akan mati tidak lama lagi." Terkutuklah kata 'mati' itu! Ak