Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Luar biasa

    Subhanallah... Hari ini adalah hari pertama aku melakukan penelitian di DAS Cidanau. Aku bertemu banyak orang-orang hebat. Orang-orang yang selalu memikirkan esok dari pada hari ini. Orang-orang yang selalu memikirkan mereka dari pada diri sendiri. Luar biasa hebat.     Ini seperti pecut yang menghantam tubuhku dan berkata. Siapa lu? Apa yang udah lu lakuin? Tiba-tiba datang dan mau enaknya aja? Tolong ya tau diri dong!     Aku tak bisa lagi mengungkapkan perasaanku. Aku senang karena pikiranku dipacu untuk terus berkembang. Tapi aku juga sedih menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa dan mau melakukan hal sepele yang sudah pernah diteliti orang lain? Cukup.     Perasaan ini semakin membuatku sakit. Aku tidak sanggup lagi berkata apapun. Aku akan menenangkan diriku. Aku mau shalat. Dan semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untukku. Ya Allah... sekali lagi aku katakan bahwa aku hanya bisa berencana dann Engkaulah pengatur segalanya. Hanya Engkau. Hanya Engkau.

Wishful

    Hari ini bisa dibilang bukan salah satu hari menyenangkan dalam hidupku. Tapi aku yakin hari ini adalah hari yang bisa saja alam selalu terkenang. Hari ini aku sepertinya tidak sanggup untuk melanjutkan puasaku. Entah mengapa aku terasa sangat lelah. Hari ini aku berharap magrib segera datang.     Hari ini penuh dengan perjuangan. Salah satunya adalah aku telah mendaftarkan diriku untuk memperoleh beasiswa penelitian. Semalam aku sudah mendaftar online dan tadi sore aku mengumpulkan semua kelengkapan berkasnya.     Ya Allah semoga aku bisa keterima memperolah beasiswa tersebut. Semoga beasiswa itu adalah rezeki penelitianku. Ya Allah... Engkau pasti tau aku tidak lagi memiliki banyak uang untuk melaksanakan penelitianku. Ya Allah... aku sangat berharap dengan uang beasiswa ini dapat memperlancar penelitianku. Amiiin...amiiiiinnn... aku berharap bisa menjadi salah satu penerima beasiswa tersebut. Amiiiinnn...

Pengaduan

    Malam ini aku terbangun. Malam ini begitu banyak hal yang aku adukan kepada Sang Pencipta. Aku tidak bermaksud untuk berkeluh kesah dan bahkan terlampau tidak bersyukur. Aku hanya mencurahkan apa yang aku rasakan kepada-Nya. Meskipun aku sangat meyakini Dia mengetahuinya tanpa perlu aku ucapkan.     Malam ini, pengaduan itu terucap indah. Betapa aku mensyukurinya atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Nya padaku. Aku pun merasa lega telah menceritakan semua hal pada Nya.     Tuhan... Terima kasih selalu mendengarkan aku. Terima kasih Engkau menyimpan doaku dan mengabulkannya. Hari ini aku menyaksikannya. Betapa Engkau telah membuat kejadian yang begitu hebat.     Jadi begini ceritanya:     16 Agustus 2014     Siang itu entah kenapa aku ingin menyapa sahabat se-PS ku, Dy. Aku ingin menanyakan kapan dia akan pulang agar kita bisa bersama mengurus penelitian. Seketika itu juga aku menghubungi Dy, dia malah memberikan kabar yang kurang menyenangkan. Ternyata dosen PS kami ak

Kenyamanan ini

    Hari ini aku bersama maya dan meta pergi ke tempat yang menakjubkan. Disana adalah gudangnya ilmu. Semuanya berjajar rapi sesuai subyek dan nomer panggilnya. Aku tau aku nyaman disana. Tenang dan damai. Bukan karena suasananya yang begitu sepi dan tidak banyak pengunjung tetapi kenyamanan itu muncul ketika aku tau aku tidak akan kehilangan arah disana. Ada banyak petunjuk yang bisa membawaku mengerti dan terus mengerti.     Aku selalu berpikir seandainya Tuhan memberikan alasan kenapa semua hal yang terjadi dalam hidupku harus aku alami? Aku ingin Tuhan membuatku mengerti atas kebaikan dan keburukan yang selama ini aku anggap seperti itu merupakan kejadian yang sebenarnya. Makanya aku begitu nyaman berada disana. Karena aku tau mereka membuat aku mengerti.

Mulai semangat

    Penelitian. Ayo semangat penelitian! Mulai nyari data lagi. Mulai mengumpulkan serpihan-serpihan semangat. Aku harus lulus tahun ini. Meskipun saat ini belum saatnya untuk memulai.     Ya Allah... pertahankan semangatku ini.

Hubungan yang aneh

    Media sosial sudah benar-benar menjadi tempat curhatan. Ternyata itu juga sudah melanda kakak perempuanku dan mungkin juga aku. Banyak yang sudah aku kisahkan diblog ini. Entah ini benar atau tidak. Saat ini aku merasa menulis mengurangi kegundahan hatiku. Aku memang tidak pandai mengungkapkan apa yang aku rasakan. Terlebih pada orang yang bersangkutan. Padahal dulu aku tidak pernah takut mengatakan hitam atau putih dan benar atau salah. Tapi sekarang aku berpikir jika aku mengatakannya apa aku akan melukai hatinya atau akan membuat keadaan lebih baik. Dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengatakannya.     Mungkin kejadian yang sama juga dirasakan kakakku. Dia lebih suka mengungkapkan isi hatinya pada media sosial fb. Aku tau akhir-akhir ini hubunganku memburuk. Entahlah. Aku merasa dia lebih pendiam sekarang. Tapi aku tidak ingin berkata apapun padanya. Bukan aku tidak peduli hanya saja kini aku merasa dia begitu egois. Bagaimana caranya. Apa aku diam saja menunggu dan mengan

Hari spesial

    Hari ini aku resmi mengenakan kawat gigi. Lumayan lama juga pemasangannya. Barketnya saja setengah jam kemudian ditunggu kering 15 menit setelah itu kawatnya dan karetnya 15 menit. Wah... pegal sekali mulutku terus mangap selama itu. Setelah itu aku mendapat sikat gigi kecil. Yah... standar. Yang aku bingung pada saat cetak apanya yang dicetak. Sepertinya dari rangkaian pemasangan tidak ada hasil dari mencetak. Entahlah..     Yang terpenting adalah perasaan setelah itu. Aku sedih. Sepertinya ibu kurang ikhlas memberikan uangnya padaku. Dia mengatakan pada matus kalo aku selalu minta apapun kalo bahasa ibuku itu sengke. Yah... bagitulah keluargaku.     Belum lagi ketika yosi pulang. Dia sepertinya tidak suka karena aku memakai uang ibu. Dia jadi murung seperti itu. Sepertinya dia marah ketika seumuranku dia juga meminta untuk dipasangkan kawat gigi tetapi tidak diperbolehkan oleh ibu dan sekarang giliran aku malah boleh. Kayaknya yosi cemburu.     Oh Tuhan... Ya Allah kenapa begi

Untuk Wanita

    Hii wanita! Mulai detik ini tolong tanamkan dalam hati untuk selalu bangga menjadi wanita. Tidak akan pernah ada yang salah dengan wanita. Saat ini wanita seringkali direndahkan dan dilecehkan, tapi sebenarnya dari rahim kitalah manusia tetap ada hingga saat ini.     Hii wanita! Aku sering berpikir banyak hal seru yang bisa dilakukan oleh seorang laki-laki. Aku iri untuk bisa menjadi laki-laki. Mereka bebas kemana saja. Mereka bebas menentukan pilihan mereka. Mereka bebas mengenakan pakaian apapun sesimpel yang mereka suka. Bahkan mereka juga bebas menyatakan dan akhirnya merubah takdir seorang wanita untuk mendampingi sisa hidupnya atau bahkan merubah takdir wanita yang telah mendampinginya kemudian dicampakkan.     Hii wanita! Memang menjadi seorang wanita sulit. Tidak bebas berpakaian. Tidak bebas bepergian. Tidak bebas mengutarakan pendapat. Tidak bebas bersikap. Tidak bebas merubah takdir seorang laki-laki yang mungkin sangat dicintainya untuk menjadi pendamping disisa hidup

Ayo bangkit!

    Dunia. Apa sih yang sebenarnya dicari di dunia ini? Uang. Pakaian. Keluarga. Persahabatan. Atau cinta. Rasanya dunia ini begitu sederhana dalam setiap tulisanku. Hanya ada sedih dan senang. Apalagi yang aku butuhkan? Saat ini, akan ada banyak manusia di luar sana yang memiliki segalanya yang menurutku tentu saja membuatku iri. Dan aku. Aku hanya bisa menulis dan bercerita perasaanku.     Rasanya ingin ku miliki dunia seperti yang mereka miliki. But, i don't. I can't. Because they don't live like me. Ya. They don't live like me.     Insya Allah aku menulis ini bukan untuk mengutuki kehidupan duniaku. Tidak. Aku hanya ingin diriku sadar bahwa aku memiliki dunia yang jauh lebih indah dari dunia mereka. Aku memiliki keluarga yang hebat dan sederhana. Aku memiliki teman-teman yang bisa memotivasiku. Aku memiliki kepercayaan lebih terhadap diriku. Dan yang terpenting aku memiliki Dia yang tidak pernah tidur.     Dunia yang aku miliki mungkin tidak bisa dibandingkan den