Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Pagi Minggu

    Selasa besok UTS di semester 7. Wah... tidak terasa sebentar lagi. Nikmatin sajalah semua yang akan terjadi, anggap saja ini hari-hari terakhir.. Hehehe... Setelah selesai UTS punya niatan untuk ngadep Bapak buat konsultasi proposal penelitian. Semakin dekat dengan kelulusan. Amiiinnn... Semoga bisa tepat 4 tahun dan semoga bisa lanjut ke S2. Kenapa ya aku masih pengen lanjut S2? sebenarnya karena aku belum mau melihat dunia yang sebenarnya. Aku takut, melihat betapa kejamnya dunia ini.     Setelah beres UTS ini juga Insya Allah aku mau nyusun usaha bareng Imah dan Dewi. Semoga dilancarkan, dan bisa jadi penghasilan yang tetap buat Imah dan Dewi. Habisnya ngedenger mereka kerja, rasanya capek sekali dan aku gak tega, biasanya mereka hidup enak, tapi sekarang harus berletih-letih seperti itu. Semoga ini merupakan jalan yang terbaik untuk kita bertiga. Amiiiinn....     Banyak renaca semoga bisa dijalankan dengan seimbang dan berjalan sesuai rencana.

Aku tahu definisi laki-laki itu seperti apa!

    Malam ini aku danteman-teman pulang nonton konser PSM Ags. Malam ini Rio keren banget! Sudah sejak lama sih aku kagum padanya, sejak Tectona terbentuk. Dia memang beda. Dia tahu apa yang dia suka dan tidak. Dia tahu Pasion dirinya dimana. Sepertinya aku sudah mengungkapkan hal ini di expression aku sebelumnya. Ketika seorang laki-laki tahu apa yang dia suka dan terus berusah mencapai apa yang dia suka tersebut dia pasti terlihat sangat tampan. Itu baru adalah seorang laki-laki sejati. Mungkin hal ini yang membuat saat itu aku juga menyukai Juz, karena dia tahu dirinya ingin dibawa menjadi seperti apa.     Tapi ini adalah perasaan suka dalam bentuk kagum, bukan untuk suka yang lainnya. Huff...rasanya memiliki perasaan seperti ini saja sudah membuatku senang, apalagi memiliki perasaan uka yang lainnya. Malam ini, sekali lagi aku kagum dengan Rio. Dia dewasa dan cool abis...hehehehe     Malam ini juga sepertinya aku tahu yang mana ceweknya Yun. Oia aku belum cerita ya kalau beberap

Sore ini

    Sore ini hujan turun. Masih gerimis sih. Tapi tetap saja berhasil membasahi halaman kosanku yang sempit ini. Hari ini, aku mengerti satu hal, bahwa sebenarnya Tuhan memberikan hati yang sempurna untuk manusia. Hari ini Pak Hero bilang bahwa tipe manusia itu hanya ada dua, yang perlu motivasi dengan dielus atau yang perlu motivasi dengan dicambuk. Lalu bagaimana dengan diriku? Sepertinya aku adalah tipe yang perlu motivasi dengan dicambuk. Haaaa...Rasanya perlu cambukan semangat nih sekarang.     Beberapa hari lalu saat aku pulang kuliah dan ingin kembali ke kosan, ternyata di depan kosan ada juz... Tapi jantung ini sudah tidak berdebar hebat seperti dulu. Apakah ini berarti aku sudah melupakannya? Semoga saja begitu. Saat itu dia sedang meminta bantuan Ria, teman kosan yang dulu sebelah kamar dengan ku saat di asrama, untuk membuat rancangan penelitiannya. Berdasarkan cerita Ria setelahnya, ternyata dia ingin selesai di semester 7 ini, dan mengikuti exchange keluar negri di semest

Buat diri kita berbeda

    Hari ini, entah kenapa aku lebih suka memperlihatkan bahwa aku adalah wanita yang kuat. Sebenarnya, banyak hal yang aku ingin lakukan seperti wanita pada umumnya. Jadi inget omongan Shema tadi pagi, dia minta cariin aku cowok. Hah!!! Aku shock banget tuh. Dia gak salah bilang apa, aku aja belum dapet cowok dari dulu. Entah apa penyebabnya. Aku coba kasih penjelasan ke dia tapi dia bilang dia butuh cowok. Memangnya cewek itu gak bisa ya kalau hidup sendiri tanpa cowok, memang sih terkadang aku juga berpikiran seandainya aku punya cowok. Tapi, ya gak gitu-gitu amat pengen punya. Bukannya malah bikin ribet ya.     Mungkin pemikiran ini yang bikin akku sampai sekarang belum punya cowok. Gak tau kenapa belum ada yang aku suka atau belum ada yang mau sama aku sebenernya? Heuuu... bingung dan kepikiran sendiri. Tapi buat apa dipikirin. Gak ada untungnya. Biarlah, semua berjalan seperti air yang akan terus mengair, tapi kan air bisa macet juga. Mungkin aku tidak akan bisa sukses dalam hal

Sesuai dengan perilaku kita

    Kayaknya perilakuku sudah terlalu jauh menyimpang. Berenti win sebelum semuanya terlambat. Kamu selalu punya mimpi untuk mendapatkan pasangan yang baik dan tidak ramah sama semua wanita. Kamu juga seharusnya bisa seperti itu. Kalau hanya menganggap omongan orang lain itu adalah bualan, coba periksa dan intropeksi diri. Sepertinya kamu udah keterlaluan sekali. Kamu banyak omong, banyak bercanda, banyak ketawa, dan banyak ngegosipin orang. Sejak kapan kamu jadi kayak gini?     Gak boleh! Gak boleh! Gak boleh! Harus berubah win, ayo berubah! Kamu harus bisa menjaga dirimu. Jaga kelakuan dan perilakumu. Jangan sampai keterusan dengan perilaku yang tidak baik ini. Semuanya harus bisa kamu atur dan kamu kondisinya. Belajar dewasa win... Ayoo gak boleh kayak gini lagi. Berubah...Berubah...Berubah...

What am i becoming?

    Paling seneng memang kalo ngomongin masa depan. Apalagi dengan cita-cita dan banyak mimpi yang mewarnainya. Hal yang paling aku sukai adalah aku bisa bebas menjadi siapa saja dan melakukan apa saja. Karena disana hanya ada aku tanpa sifat dan kepentingan orang lain.     What am i becoming? i think i like to be a good directur in Taman Nasional or a good dosen in my faculty or good reporter in scfbw. amiiinnn

Jujur sama diri sendiri itu penting!

    Kalau aku diminta untuk mengulang waktu, waktu manakah yang akan aku ingin kembali? Mungkin disaat aku pertama kali dilahirkan. Entah kenapa aku yakin pada saat itu Ibu dan Bapak pasti tersenyum sangat bahagia. Aku rindu mereka bersama. Mungkin gak sih? Jika memang tidak, akankah mereka bersama di surga-Mu ya Allah?     Tidak akan pernah habis angan-anganku tentang mereka untuk tetap bisa bersama. Tapi, kemungkinan itu terjadi sangatlah kecil, mungkin hanya 0,0000......1%. Meskipun sudah berlalu dan hanya menjadi sebuah kenangan. Tapi, itu adalah kenangan yang paling manis dan paling menyakitkan dalam hidupku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi aku tahu siapa aku dan dari mana asalku.     Saatnya aku untuk mulai menatap masa depanku. Mungkin ini harga yang harus dibayar agar aku bisa merasakan dunia yang sebenarnya. Aku berbeda. Ya... Aku memang berbeda. Orang tuaku yang selalu mengajarkanku bahwa aku adalah berbeda. Disaat orang tua lain berusaha keras ingin anakny