Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Sistem pemerintahan

    Sudah hari ke -5 aku mengikuti program pendampingan petani di Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi. Kami berenam datang dengan sambutan hangat dari pihak pemerintah daerah setempat. Rasanya pada hari itu, aku pikir 2 bulan ke depan ini akan sangat menyenangkan. Pada hari ke dua kami mulai bertemu dengan pihak-pihak lain yang ikut terlibat dalam program pendampingan ini. Pada hari kedua juga kami memperoleh kabar bahwa salah seorang dari kami harus mengundurkan diri karena telah diterima kerja di perusahan bonefit di Cikarang Timur. Jadilah kami berlima sampai hari ini.     Disini aku belajar politik pemerintahan padahal kami baru beberapa hari disini. Hidup dengan politik. Mengenal kepentingan orang lain dan menjadikannya sebuah negosiasi agar tidak menjadi masalah dan perpecahan. Benar. Belajar tidak mulu harus satu ditambah satu sama dengan nol tetapi bisa saja satu ditambah satu sama dengan sepuluh. Itulah mengapa manusia harus saling berinteraksi dan berkomunikasi.     Mu

Proses itu penting

    Akan menjadi apa diriku nanti. Mungkin ini adalah prosesnya. Aku memang masih pada tahap pencarian diri. Dimanapun aku nanti berada itu adalah jalan Tuhan untukku. Tempat terbaik yang Tuhan berikan untukku. Aku akan berusaha mengambil semua pelajaran yang Tuhan berikan dalam proses ini.     Hari ini adalah hari pertama aku terlibat dalam suatu kegiatan lapang mendampingi petani. Aku sangat bersemangat mengikuti setiap jamnya. Aku tidak merasakan bahwa waktuku terbuang sia-sia disana. Aku benar-benar menyukai kegiatan ini.     Aku memang suka terlibat dalam kegiatan lapang terutama yang berhubungan dengan alam dan manusia. Rasanya dunia ini begitu luas dan begitu indah. Semoga aku bisa memiliki tempat disini ya Tuhan. Aku menyukainya dan ingin banyak beramal di jalan dan tempat ini. Bersama mereka, membawa yang tidak tau menjadi tau, memberikan segala yang aku miliki untuk kehidupan mereka yang lebih baik.

Inilah gunanya bersyukur

    Sometimes apa yang sudah kita rencanakan tidak berjalan sesuai keinginan. Apalagi setelah semua yang kita rencanakan menggunakan segenap perasaan dan emosi yang kita miliki. Begitupun diriku. Meskipun seringkali hal ini terjadi tetap saja tubuh dan jiwa ini tak akan pernah kebal dari perasaan kecewa itu. Ya mungkin seperti inilah manusia. Tapi, jangan khawatir dan terus terpuruk guys. Keep smile and be sure everything is gonna be alright!     Ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk segera mengusir perasaan itu: pertama, pahami dengan bener apa yang menjadi penyebab rencana kita gagal. Kedua, perbaiki rencana dengan reschedule rencana awal yang ditambah dengan improvisasi rencana, inilah sebabnya penting sekali untuk memiliki plan A sampak Z. Ketiga, ganti niat yang mungkin niat awal kita tidak mendapatkan restu dari Yang Maha Pencipta menjadi niat yang lebih bermanfaat. Keempat adalah yakin bahwa Tuhan memilihkan takdir baik.

TERIMA KASIH SAHABAT

            Benar-benar tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari-hari menuntut ilmu dan mengerjakan tugas telah meninggalkan berjuta kenangan dalam berbagai rasa. Kini saatnya kami memasuki babak baru sebagai mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Hujan yaitu penulisan tugas akhir atau skripsi.             Seperti banyak diceritakan abang dan teteh kakak tingkat kami, meskipun sudah sering mengerjakan laporan dan tugas selama kuliah, penulisan tugas akhir ini entah mengapa akan terasa sulit dan lebih melelahkan. Mungkin karena harus berhubungan dengan dosen pembimbing atau harus mengerjakannya secara mandiri atau mungkin karena beban sebagai researcher sehingga kami extra hati-hati dan teliti dalam mengerjakannya. Begitupun aku dan sahabatku Ana.             Sejak Masa Perkenalan Fakultas (MPF), kami sudah saling mengenal karena kami dalam satu regu MPF atau yang disebut juga se-AK (Anggota Keluarga). Ditambah lagi ternyata kami satu depart

Hi sahabat

    Benarkah sudah habis masanya, dimana kita selalu bersama, bercerita, tertawa, bersedih, dan mengutuk dunia? Terasa begitu cepat. Semua perasaan itu terasa begitu cepat hingga aku tak mampu menuliskannya.     Hi sahabat, sudah saatnyakah kita untuk berpisah dan benar-benar melihat dunia dengan orang lain yang masih asing? Tidak bisakah kita terus bersama menghadapinya. Semoga apa yang kita cita-citakan selalu diridoi Allah.. amiin