Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Doa di Pelaminan

Ya Allah.. bersama lantunan ayat suciMu. Hatiku meringis haru. Allah... turunkan semua rahman dan rahimMu ke muka bumi. Buka semua pintu langit surgaMu. Kabulkan segala hajat dan kebutuhan hamba-hambaMu. Ya Allah... bersama permohonan izin dari kedua mempelai. Mataku berkaca-kaca. Teringat betapa hari itu, Engkau sangat baik padaku. Memberiku kesempatan untuk merasakan betapa indahnya proses pernikahan. Menjadi wanita istimewa hari itu. Dipertemukan dengan jodoh dunia yang semoga menjadi jodoh akhiratku. Ya Allah... bersama ucapan akad nikah. Tetesan air mataku jatuh. Seribu doaku mengudara. Semoga Allah ridhoi aku menjadi istri yang taat dan anak yang berbakti kepada orang tua. Ya Allah.. anugerahkan kepada kami anak yang baik dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengabul Doa. Ya Allah... ampunkanlah dosa kedua orang tua, kasihanilah mereka sebahaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Allah... matikanlah kami dalam keadaan husnul khotimah. Jakarta, 11 Desember 2022

The Right Man in The Right Place at The Right Time

Hal apa yang membuat Tuhan akhirnya menakdirkan seseorang mengalami momen tertentu? Kali ini aku sungguh bertanya-tanya. Misalnya, mengapa Tuhan tidak membuatku ada di posisi itu sekarang. Atau mengapa Tuhan justru membuatku menjadi orang yang melakukan ini bukan yang mendapatkan ini. Kini, aku hanya punya satu jawaban. The right man in the right place at the right time. Itu adalah sesuatu yang pasti. Aku belajar dari keberangkatan ibuku ke tanah suci untuk umroh beberapa waktu lalu. Sebelumnya tolong maafkan hati dan pikiranku yang malah bertanya-tanya kenapa Tuhan mengundangnya dan bukan mengundangku. Kemudian mengapa Tuhan membuatku menjadi orang yang melakukan ini dan bukan yang mendapatkan ini. Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya. Benar bahwa Tuhan telah membuat takaran atas setiap ciptaan-Nya. Termasuk di dalamnya rezeki dan lain sebagainya. Ketika ibuku berangkat ke sana. Rupanya, beliau tidak hanya berangkat untuk dirinya sendiri. Namun ada banyak doa yang dititipkan kepad

Bos yang Tak Dirindukan

Gambar
Berencana memiliki karir sebagai karyawan atau pekerja tentu perlu memahami bagaimana situasi lingkungan bekerja. Kadang ada yang memiliki tempat mengasikan dengan rekan kerja yang bersahabat. Kadang ada yang beruntung memiliki bos menyenangkan. Meskipun gaji pas-pasan atau penuh kompetisi gila-gilaan. Sementara di sini, aku sering kali terjebak oleh bos yang tak dirindukan. Hmm... bukankah setiap bos selalu tidak dirindukan? Sebab, keberadaannya tampak diselimuti oleh banyaknya perintah pekerjaan. Hahaha. Beberapa waktu, aku sempat tersentak juga. Mau di mana saja berada, bos akan selalu begitu. Tak pernah dirindukan. Berbeda dengan leader atau pemimpin. Meski datang membawa segudang pekerjaan bahkan ditambah target pencapaian yang mustahil. Namun bersamanya juga datang inovasi menyejukkan. Semua persoalan dan permasalahan bisa sedemikian mudah dihadapi. Satu demi satu berjalan dengan riang saja karena ada sosok yang selalu mendampingi. Ini persis seperti Tuhan dan manusia. Dalam menj

Menantimu Di Ujung Doa

 Ini adalah sepucuk cinta yang sudah hadir sebelum kehadiranmu ke dunia. Dear anakku, Maaf jika kita belum bisa bertemu saat ini. Meskipun penantian ini sudah ingin sekali menjelma menjadi kenyataan yang menyenangkan. Maaf jika Tuhan belum mempercayakan dirimu untuk segera dititipkan padaku. Mungkin tersebab aku belum layak menjadi malaikat dunia yang akan menjagamu dengan segenap jiwa raga. Maaf jika pemeliharaanNya masih jauh lebih baik dariku. Sebab, aku memang tidak memiliki apapun bahkan atas dirimu. Namun, saat Tuhan percaya menitipkanmu padaku. Aku akan bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik untuk terus mendekatkan dirimu pada surga Tuhan. Jadi, meski kamu berada di alam berbeda, aku tetap merasakan surga yang begitu dekat. Aku pun yakin, jika kamu dipercayakan sebagai titipan untukku, kamu pun telah memiliki rezekimu sendiri. Aku hanyalah perantara pertumbuhanmu. Aku hanyalah perantara penjagaanmu untuk memperkenalkanmu kembali pada Tuhan. Meskipun, dunia ini tidak begitu i

Mulai dari Nol

Gambar
Nol bukan berarti kosong. Nol bukan berarti buruk. Dan nol bukan berarti tidak ada. Nol adalah menetralkan. Nol adalah menyamakan. Dan nol adalah melepaskan. Setidaknya itulah yang saat ini aku pahami tentang nol. Mungkin berjuta terima kasih tidak cukup untuk diberikan kepada orang yang menemukan nol. Hari ini, aku ingin mengenolkan diri. Mulai lagi dari ketiadaan tapi sebenarnya tidak tiada sama sekali. Aku hanya memberi titik pada hari ini sebagai penetralan. Hidup baru. Maksudnya bukan terlahir kembali. Tapi mengawali untuk melangkah menuju banyak hal yang positif. Meskipun aku menyadari bahwa aku hanyalah manusia biasa yang pasti menangis saat sedih. Maka tak apa jika mulai dari nol lagi setelah beberapa langkah berjalan. Aku ingin bersyukur pada banyak hal. Pada status dan peranku saat ini. Pada semua orang yang mencintaiku dengan tulus. Pada semua doa yang dipanjatkan untukku dengan ikhlas. Masih banyak orang yang ingin memiliki hidup sepertiku. Walaupun sering kali lupa. Mulai

Berlapang Atas KetetapanNya

Sore hari yang ceria. Di kolam renang ini semua manusia tampak gembira. Tak terkecuali teman-temanku yang ikut menikmati suasana kolam renang yang menyenangkan dengan beragam wahana menarik. Ah, aku mungkin sedang malang saat ini. Aku tidak bisa ikut menikmati dinginnya air kolam dan siraman deras dari ember air tumpah. Aku hanya duduk termenung, mengetik cerita yang tidak begitu mengasikan. Tapi rasanya ingin kutulis saja agar tak mengganggu pikiran. Dalam riuh keadaan, aku teringat bahwa betapa bahagia menjadi seorang muslim. Ketika kondisi lapang ia bersyukur kepada Tuhan dan ketika kondisi sempit ia bersabar atas takdir Tuhan. Keduanya baik karena selalu mendekatkan diri pada Tuhan. Sekarang, aku bercermin pada kondisiku. Mungkin kondisi sempit ini harus menjadi ajang bagiku untuk bersabar. Baiklah akan kucari apa pesan cintaNya. Hari makin sore. Sepertinya akan turun hujan. Semoga hujan ini selalu membawa berkah. Memberi kesejukan pada hati yang kering.