Mulai dari Nol

Nol bukan berarti kosong. Nol bukan berarti buruk. Dan nol bukan berarti tidak ada.

Nol adalah menetralkan. Nol adalah menyamakan. Dan nol adalah melepaskan.

Setidaknya itulah yang saat ini aku pahami tentang nol. Mungkin berjuta terima kasih tidak cukup untuk diberikan kepada orang yang menemukan nol.

Hari ini, aku ingin mengenolkan diri. Mulai lagi dari ketiadaan tapi sebenarnya tidak tiada sama sekali. Aku hanya memberi titik pada hari ini sebagai penetralan.

Hidup baru. Maksudnya bukan terlahir kembali. Tapi mengawali untuk melangkah menuju banyak hal yang positif.

Meskipun aku menyadari bahwa aku hanyalah manusia biasa yang pasti menangis saat sedih. Maka tak apa jika mulai dari nol lagi setelah beberapa langkah berjalan.

Aku ingin bersyukur pada banyak hal. Pada status dan peranku saat ini. Pada semua orang yang mencintaiku dengan tulus. Pada semua doa yang dipanjatkan untukku dengan ikhlas.

Masih banyak orang yang ingin memiliki hidup sepertiku. Walaupun sering kali lupa. Mulai sekarang aku ingin selalu ingat. Khususnya pada semua kenikmatan ini.

Terima kasih bahwa aku masih mendapati diriku sebagai manusia yang lengkap dan sempurna.

Terima kasih bahwa aku terbangun dalam kondisi sehat dan tanpa kekurangan.

Terima kasih bahwa di setiap malam ada sosok hebat yang pasti sedang belajar juga untuk mencintaiku.

Terima kasih bahwa di setiap malam ada ribuan doa ibu yang masih bertempur di langit.

Terima kasih bahwa Allah masih percaya memberikanku kelapangan rezeki untuk dibagikan ke yang lain.

Terima kasih bahwa hatiku masih mudah menerima hidayah dan pancaran cahaya Islami.

Terima kasih bahwa aku memiliki teman luar biasa yang masih mau berbagi cerita betapa peliknya kehidupan.

Terima kasih bahwa senyum-senyum lucu krucil selalu menyambut kedatanganku dengan hangat.

Terima kasih bahwa diriku masih selalu kuat pada perdebatan diri yang ingin menjatuhkan keimanan.

Terima kasih bahwa genggaman tangan Allah selalu terasa mengelus di hati ini.

Dan masih banyak terima kasih yang tak sempat tersampaikan.

Aku bahagia dengan semua ini. Dan jika aku harus pergi hari ini, semoga Allah tetap menjaga mereka yang aku sayangi. Lalu sampaikan ucapan terima kasih ini karena telah berkenan hadir dalam hidupku.

Jika esok masih ada kesempatanku untuk hidup, semoga Allah tetap perkenankan aku sebagai hamba yang taat dan selalu bersyukur. Bersyukur menambah nikmat maka izinkan nikmat ini terus bertambah dan beranak pinak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran