Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Berubah menjadi bersyukur

    Semester 6 hampir selesai. Masa-masa ini pasti aku rindukan. Rasanya semua berbeda dan telah banyak berubah. Aku, kamu, dan kita. Awalnya, aku hanya gadis biasa yang belum mengenal apapun. Meskipun sekarang aku masih sama yaitu gadis biasa tapi aku tahu, jauh di dalam hati dan pikiranku aku sudah lebih matang. Hari ini, Bundo bilang aku tetap sama seperti pertama kali dia kenalan dengan aku. Yap... Aku memang tidak menyukai perubahan. Buat aku perubahan itu menyakitkan, dan mungkin itulah salah satu alasan kenapa hidupku begitu datar. Aku bahagia dengan apa yang aku miliki sekarang meskipun terkadang aku ingin seperti Gogo, yang selalu bisa berbagi dengan si Endutnya, ingin seperti Via dengan kehebatan kepemimpinannya, ingin seperti Meta yang kreatif dan disukai banyak orang, ingin seperti Colay yang jago nulis, ingin seperti Andrian yang pintar, ingin seperti Septi yang bisa menaklukan Bpk Tirta, ingin seperti Adiknya Bang Nizar yang bisa exchange ke luar negeri, ingin seperti kak

Dua jam menentukan hasil 14 minggu

    Adil gak sih, kalau nilai mutu yang diperoleh itu dinilai dari dua jam waktu untuk ujian? Rasanya gak adil banget deh! Meskipun tidak ada lagi cara yang paling efektif untuk menilai proses pembelajaran, tapi akan banyak kemungkin jika hanya dinilai berdasarkan dua jam tanpa ada proses lainnya. Aku disini, tidak pernah berkeinginan untuk menjadi yang terbaik. Hanya saja, aku juga memiliki perasaan yang bisa merasakan adanya ketidakadilan. Begitulah sekiranya hidup ini. Pemodelan selalu dibuat lebih sederhana tapi melupakan yang seharusnya ada. 

Ini yang aku temukan

    Sepi rasanya setelah pindah ke kosan baru. Sekarang aku merasakan kembali ketika pertama kali aku harus jauh dari keluargaku. Tinggal di asrama, untuk memperoleh pembelajaran baru dalam hidupku. Kali ini suasana itu datang lagi. Rasanya aku kesepian. Tapi, aku beruntung bisa merasakannya lagi, sehingga aku tau saat ini aku harus menjadi apa dan berbuat apa.     Mungkkin, satu yang berbeda, pola pikirku sudah tidak sama. Ya! Aku sudah dewasa. Meskipun begitu berada dalam kondisi sepi seperti ini membuatku selalu merindukan rumah. Aku ingin cepat lulus. Bahkan, aku merasa aku tidak bernai lagi untuk pergi lebih jauh dari keluargaku. Bagaimanapun juga mereka yang telah banyak membantuku melihat sebagian kecil puingan dari kehidupan ini.     Aku juga selalu merindukan ibuku. Ingin selalu rasanya dapat melihatnya, memakan masakannya, dan melihat kerusuhannya ketika beliau akan pergi kemanapun. Hemmm...Lucunya..Membuatku tersenyum saat ini. Ketika pertama kali pindah, aku menangis, aku

Semangat! Ini baru awal

    Bismillah...     Hari ini ujian pertama UAS semester 6. Aku tetap memiliki harapan yang besar untuk UAS ini, mengingat nilai UTSku tidak terlalu memuaskan. Hari ini PEHDAS. Target nilai 95, karena UTS kemarin nilaiku 58. Sedihkan bangetkan nilainya! Tapi aku tetap optimis. Aku tahu memang hanya itu yang sekarang harus aku lakukan.     Setelah tadi mengerjakan ujiannya. Meskipun aku masih tetap berkeyakinan akan ada anugrah yang besar yang akan Allah berikan untukku, tapi aku salah menjawab satu soal yang nilainya 10. Berdasarkan perhitungan manusia kira-kira ya 90an lah nilaiku nanti. Hemmm...Berharapnya sih lebih banget. Allah...bantu aku ya.     UAS ini penting sekali bagiku, karena dalam catatan impianku untuk semester 5 dan 6 IP ku bisa mencapai 3,8 (Amiiiin), tapi ternyata untuk semester 5 tidak tercapai, makanya sekarang aku harus berusaha semaksimal mungkin. Jadi, Semangaaattt....Semangaaaaatttt!!!!     Oiya. Aku sekarang sudah pindah ke kosan baru. Di sini suasananya sa