Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Permintaan

Terima kasih pada setiap hembusan napas ini. Terima kasih untuk selalu menyelipkan kasih di sepanjang perjalanan ini. Terima kasih atas cinta dan peluk sayang hingga aku tak perlu mencari pada yang lain. Engkau telah membuat hidupku sempurna. Lalu dengan tubuh paripurna ini aku tahu betapa dalam hakikat cinta dan kepercayaan-Mu padaku. Setiap tabiat dan watak yang tersemat, aku tahu Engkau tak pernah lupa menyentuhnya dengan hangat. Aku tak pernah hilang karena selalu ditemukan. Harus dengan cara apalagi aku membalas jika bukan dikoridor cinta dan taat. Dalam beribadah, aku menunjukannya meski jauh dari sempurna. Dalam berbagi, aku mengabdikannya meski tahu tak pernah seberapa. Dalam senyum, aku mensyukurinya meski tak pernah penuh pada bentuknya. Ketika kini aku makin sadar agar tak pernah lepas meminta. Sejurus itu diperlihatkan mereka yang selalu ada. Segaris terang itu aku mendapat keyakinan dan dukungan. Lantas apalagi harap dan pinta? Sementara setiap detik Engkau membuat

Temani Aku Di Hujan Kali Ini

Kota ini sendu. Rupanya sudah memasuki musim penghujan. Itu tandanya sebentar lagi sungai ini akan dipenuhi pemancing dari berbagai pelosok negeri. Aku suka saat itu terjadi. Akan banyak orang-orang hebat datang, membawa peralatan memancing yang belum pernah aku lihat. Dan, diantara banyak kesenangan itu toko ibuku akan laris manis. Ketika hujan banyak wilayah lain yang teriak menderita. Dimulai dari banjir, longsor atau wabah penyakit yang mengikutinya. Namun, tidak bagi kotaku. Meskipun kotaku sendu selalu jadi favorit. Tidak longsor dan banjir. Tentu saja, karena kotaku hanyalah sebuah pulau yang kebetulan menjadi perlintasan ikan-ikan saat musim berganti. "Letakan piring bersih itu di sana. Lalu bersihkan ikan-ikan itu dan keluarkan seluruh persediaan gelas yang kita punya, Yud! Kita akan kedatangan banyak orang untuk makan ikan," teriak ibuku. Aku harus bergegas sekarang. Aku tidak punya banyak waktu lagi untuk merebahkan tubuh di bawah pohon kelapa ini samp

Dimulai dari Believe

Cukup percayalah! Bukankah hal itu yang Allah inginkan dari kita, manusia. Percayalah pada-Nya. Begitu juga Allah mengawali hubungan antara pencipta dan yang dicipta, yaitu percaya. Ketika itu, Allah bahkan menyuruh dua makhluk yang telah diciptakan sebelumnya untuk tunduk pada manusia. Karena percayanya pada manusia. Lantas apakah kini kita harus berkhianat? Setiap manusia mestinya punya kesadaran ini dalam dirinya. Kesadaran bahwa setelah mendapat seharusnya memberi. Bukankah Allah sudah memulainya. Jauh sebelum kita menginginkan apapun, kita telah mendapatkannya. Kini bergilirlah untuk memberi dengan segenap ketulusan. Bahwa dalam percaya itu ada nilai luhur kepasrahan, ketulusan dan penyerahan tanggung jawab. Semuanya tidak bisa terjadi jika keangkuhan pada kehebatan pribadi begitu kuat mengakar pada diri. Seperti segalanya tidak pernah ada yang mengatur untuk berjalan pada porsi yang tepat dan sesuai. Believe. Kekuatan kata itu yang sedang kami jalankan. Segalanya kam

Pegawai Terbaik

Bertambah lagi satu tantangan untuk memulai bisnis offline, yaitu pegawai atau karyawan. Pegawai atau karyawan ini berguna membantu kita dalam menjaga keberlangsungan unit usaha yang kita miliki. Kebutuhan pegawai atau karyawan juga berbeda-beda. Bagi yang baru merintis usaha seperti kami. mungkin mempekerjakan satu pegawai bisa sangat merepotkan. Meskipun jika dipikir-pikir memiliki pegawai bisa lebih mengefisienkan tiap jenis satuan pekerjaan. Misalnya, usaha yang sedag kita geluti adalah bidang kuliner, maka pegawai sangat bermanfaat untuk membantu menyalurkan makanna yang sudah dibuat kepada pelaggan. Atau misal jenis pekerjaan kita adalah jasa maka pegawai berfungsi mengantar atau memperdekat jarak antara kita kepada pelaggan. Terlihat mudah, tetapi tidak semudah itu kawan. Menemukan pegawai yang tepat sama seperti menemukan partner hidup. Butuh yang sevisi dan misi atau paling tidak toleran terhadap perintah dan arahan. Karena tetu saja kita tidak ingin pegawai kita me

Mitra Oh Mitra

Partner kerja memang menentukan bagaimana sebuah usaha bekerja. Partner kerja seperti pelengkap dari sebelah alas kaki atau pada bola mata yang harusnya bisa sejalan dan beiringan. Menemukan partner keja atau mitra usaha nyatanya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kriteria dan perihal yang harus diperhatikan. Misalnya, bagaimana pola pikirnya, apakah sejalan dengan kita atau tidak. Bagaimana caranya mengelola masalah dan konflik. Bagaimana caranya mengatur waktu dan keberadaanya dalam kemitraan tersebut. Lalu semua itu tidaklah mudah. Butuh proses dan waktu bersama. Ada yang harus bertahun-tahun. Ada yang dalam waktu singkat tetapi telah terperangkap pada situasi yang tidak biasa. Dan, ada yang sudah terbiasa karena kawan lama. Bermitra ternyata juga butuh pengorbanan. Terkadang mengalah memberi modal lebih besar. Terkadang harus royal mentraktir atau pergi keluar bersama. Terkadang siap menjadi bulan-bulanannya dan tempat curhat dadakan karena selalu bersama. Semua un

Menjadikan Kamar sebagai Ruang Kerja Nyaman

Memilih menjadi karyawan untuk diri sendiri berarti memaksa diri patuh pada disiplin waktu dan target pribadi. Dikira menjadi karyawan untuk diri sendiri bisa leye-leye. Ternyata itu lebih sulit karena tidak ada yang mengingatkan dan melihat. Segera setelah memutuskan menjadi karyawan untuk diri sendiri maka daftar target dan penjadwalan waktu harus segera dibuat dan dilaksanakan. Untuk itu, ruang kerja yang nyaman sangat dibutuhkan. Mengingat kondisi yang serba minim, bisa jadi kamar menjadi ruang kerja yang nyaman. Ini penting untuk menghindari godaan kasur empuk. Karena bahaya jika terlena oleh kemalasan bisa jadi banyak waktu yang akan terbuang dan itu sangat disayangkan. Ingat menjadi karyawan untuk diri sendiri berarti tanggung jawab penuh pada pendapatan benar-benar tergantung pada efektivitas usaha. Lalu membuat kamar menjadi ruang kerja nyaman, nyatanya tidak mudah. Menghias dan memasang banyak peringatan agar menjauhkan mata dari tempat tidur adalah syarat mutlak. Kemud

Pencarian Lapak Usaha

Hal yang pertama kali terpikirkan saat ingin membuka usaha, yaitu menemukan tempat yang tepat untuk membuka usaha. Tempat yang tepat itu tentu saja harus strategis berdasarkan lokasi dan konsumen. Harus juga disesuaikan dengan kecocokan konsumen dengan barang yang akan dijual entah barang atau jasa. Maka, pencarian lapak usaha ini menjadi bagian krusial. Sebagai pijakan pertama lapak usaha bisa sangat menentukan. Banyak yang memiliki tempat tetapi tidak menarik minat konsumen untuk membeli atau ada yang memiliki tempat tetapi tidak juga ramai pendapatan. Lalu, beberapa lokasi strategis mulai kami daftar. Dari kantin perkantoran hingga lapak ramai di malam hari. Tentu masuk kriteria. Tentu bisa menjanjikan ramai konsumen. Tetapi apakah itu cukup? Ketika kita mendatangi konsumen dengan membuka lapak usaha di tempat yang masyarakatnya banyak atau ramai, ternyata kita harus menyesuaikan barang atau jasa yang akan kita jual. Misalnya ada saja aturan yang melarang menjual makanan dan m