Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Berbeda

    Sebenarnya aku tidak ingin berbeda dari yang lainnya. Sunggugh... Tapi, semua manusia memang ditakdirkan berbeda, meskipun satu spesies ada banyak gen yang mempengaruhi seseorang untuk berbeda Saat ini aku memang sama seperti yang lain. tapi aku harus berbeda.     Aku ingin sukses di dunia dan di akhirat. Aku ingin bisa keliling dunia dengan upayaku sendiri. Aku ingin hebat dengan caraku sendiri. aku ingin bermanfaat dengan jalanku sendiri. Untuk itulah aku harus berbeda. Seperti apa aku akan berbeda. Itu tergantung upayaku.     Ya Allah... Aku akan berusaha lebih dari siapapun. Aku akan berkeringat lebih dari siapapun. Aku akan gagal lebih dari siapapun. Aku akan bahagia lebih dari siapapun. Aku akan berkali-kali bangkit lebih dari siapaun meskipun aku harus jatuh berkali-kali lipat lebih dari siapapun. Aku akn menjadi lebiih..lebih lagi...lebih lagi... lebih lagi...dan lagi..     Seperti video yang pernah aku tonton, untuk tetp menutup ata dan meski hingga berdarah-darah aku a

Pasang Surut Kehidupan

    Kemarin rasanya bahagia memiliki mereka yang bisa berbagi denganku. Bermain bersama, bersenang-senang bersama, bercerita, berduka bersama, dan bermimpi bersama. Hari ini, malam ini, aku sadar satu hal yang telh hilang dan aku rindukan. Mungkin mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan. Mungkin mereka tidk memiliki rasa yang sama dengan yng aku rasakan. Mungkin....     Habis sudah kemungkinan yang bisa aku nyatakan. Rasanya aneh. Memiliki mereka yang selalu ada, namun kini.. tak berartikah semua yang telah kita lakukan. Kini kalian lebih memilih diam. Menjauh dariku. Kalian tidak menganggapku seperti dulu lagi? Apa yang terjadi dengan semuanya? Akukah yang bersalah?     Mungkin saja benar aku yang salah. Lantas haruskah kalian pergi tanpa mengatakan apa salahku?     Hanya nafas panjang yang bisa aku akukan untuk menjernihkan pikiranku saat ini. Aku sayang kalian, tapi apakah aku yang terlalu kelewat batas menganggap kalian memanfaatkan aku? Aku terlalu picik!!! Aku tau itu. Aku

Perbaiki Diri

    Hari ini, aku ngumpulin formulir untuk IPB mengajar. Semoga aku diterima sebagai salah satu pendidik disana. Aku suka memberikan apapun yang aku bisa untuk membantu orang lain. Terutama untuk ilmu pengetahuan. Karena aku tahu, rasanya sulit jika kita harus bekerja sendirian. Makanya aku berjanji pada diriku aku akan membantu siapa saja yang butuh bantuanku. :)

Selamat Hari Air

    Ketika air itu nanti menjadi langka? Apakah yang dapat diperbuat oleh seluruh makhluk hidup di bumi ini? Bahkan, penyelamat oksigen tak mampu lagi bertahan tanpa adanya air. Tuhan.... Ketika Engkau lupa menciptakannya, tak akan mungkin ada kehidupan di dunia ini.     Dalam Al-Quran pun sudah Engkau ungkapkan bahwa Engkau turunkan hujan itu untuk menumbuhkan tanaman dan memberikan kehidupan ini. Luar biasaaa!!!

Tinta baru

    Kemarin tepatnya tanggal 4 Maret 2013, pengumuman dosen PS alias pembimbing skripsi. Luar biasa sih. Perasaannya aneh setelah tau siapa dosennya. Sebenarnya sih aku gak masalah mau ditaruh dimana juga. Itu semua oke-oke saja buat aku. Tapi aku pernah punya mimpi dan itu aku tulisdalam Sticky note aku akan masuk lab hidro dan punya dosen pendamping pak nana. Tapi, sekarang malah masuk hidro dengan dosen pak hendrayanto. jadi bingung harus berperasaan seperti apa.     Tetep semangat dan positif thinking aja terhadap semua hal. Amiiiinnn....

Maaff...

    Ya Allah... Ampuni aku ya Allah. Maaf aku baru shalat isya sekarang. Padahal, aku sdah menulis dalam cita-citaku bahwa aku akan konsisten shalat tepat waktu. Ya Allah... kenapa aku begitu mudah tergoda oleh setan. Aku sudah menzalimi dirik sendiri berarti. Ya Allah maafkan aku.. Aku takut akan pembalasanMu.     Aku boleh kayak gini lagi. Aku harus berubah dn menentapkan diriku. Aku berbeda. Aku harus kuat dan harus bisa konsisten dengan yang aku buat. Ingat ya Allah itu dah baik banget ke kamu!!!

Mencoba membangkitkan semangat lagi

    Hari ini, ada pelajarn PEDAS. Hari ini, aku akui bahwa aku adalah orang yang pengecut. Aku tidak bisa bertanya. Aku tidak bisa bersuara dalam forum yang besar. Apa yang aku harus berbuat? Kenapa aku begitu pengecut? Oh Tuhan... aku seperti tong kosong nyaring bunyiny. Ya.. keadaan aku saat ini adalah seperti itu.     Malu win... Malu.... Aku tidak bisa berkarya hanya dalam diam. Kamu harus bisa lebih lagi. Perubahan itu harus kamu jalani. Kamu tidak bisa bertanya karena kamu tidak menguasai materi yang disampaikan Bapaknya. Malu win.... Kamu seorang organisator (katanya). Tapi kamu tidak melakukan perubahan apa-apa. Hanya main, dan terus bermain. Sibuk mencaci orang. Sibuk membuli orang. Tapi, prestasi? Nothing!!!     Payah!!!!     Impian kamu terlalu tinggi kalau kapasitas kamu hanya seperti itu. Ayo bangkit. Kamu harus bisa. Lihat putri! Lihat Puspa! Dengan lancar mereka mengutarakan apa yang mereka ingin ketahui. Padahal, Puspa masih bisa tidur di kelas. Puspa masih bisa pula

Masih belum tidur

    Demi masa depanku. Rela aku mengurangi waktu istirahatku yang indah ini untuk menggapai semua itu. Mungkin ini harga yang harus aku bayar untuk mendapatkan kesuksesan di masa yang akan datang. Amiiiiinnn....     Yap! Tetep harus positif thinking kan.. hihihi... Tapi, ini baru yang namanya mahasiswa. Iya kan? nanti pasti aku akan kangen sama masa-masa ini. Pasti!!! makanya sekarang aku harus bisa menikmati semuanya. Laporan lagi... Laporan lagiiii!!! hihihi

Luruskan niat lagi!

    Walaupun kata orang-orang, aku harus siap-siap untuk bisa lulus 5 tahun. Bahwa aku harus siap-siap untuk mengantarkan teman-temanku wisuda. Bahwa aku harus bersiap untuk dikritik dan bermasalah dengan penelitianku. Tapi aku yakin itu semua belum tentu kebenarannya. masuk Lab Hidro adalah mimpiku. Dan saat ini, aku sedang berada di dalam mimpi itu. Tapi bukan saat tidur, karena ketika tidur, semuanya mungkin terjadi.     Aku yakin, semua akan terlewati dengan indah. Meskipun pahit-pahitnya apa yang mereka katakan benar. Tapi, aku tetap yakin aku pasti bisa tetap lulus dalam 4 tahun. Aku sudah berjanji pada orang tuaku di rumah untuk segera lulus. lagi pula kasihan kakakku yang membiayai aku selama ini. Sasha juga sudah mulai banyak kebutuhan. Aku tidak bisa egois dengan hanya memikirkan diriku sendiri dan semua yang aku inginkan. Kehidupan Sasha masih panjang, masih butuh banyak biaya untuk keperluannya. Aku yang seharusnya berusaha lebih keras. Lebih mandiri.     Sekarang waktuny