Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

3 Syawal 1435 H

    Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Subhanallah.. tahun ini sungguh luar biasa. Berat. Tapi kami bisa. Aku semakin yakin Allah tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambaNya. Tuhan.. sudahkah kami membuktikan bahwa kami beriman?     Sudahkah kami pantas berada dalam barisan orang-orang yang membela agamaMu? Subhanallah....     Saat ini aku menulis karna melihat berita kezaliman zionis di jalur Gaza. Mereka adalah pasukan yang membela agama Mu meninggal insya Allah dengan syahid. Amiiin... Begitu besar kuasa Mu untuk mereka sehingga mereka tetap bertahan dan tak pernah berhenti menyerukan nama Mu.     Aku pernah mendengar bahwa perang itu tidak akan usai hingga akhir zaman nanti yaitu kiamat. Ya Allah semoga aku masuk dalam hamba Mu yang selalu Engkau ridhoi. Semoga mereka akan tetap bertahan untuk membuktikan kehebatan Islam.     Sepertinya sudah banyak pelajaran yang aku tau tapi apakah aku sudah mengerti dengan benar? Entahlah... Aku sel

Malam Ramadhan ke-27

    Malam ini.. entahlah apa mungkin malam ini adalah malam lailatul qadar? Meskipun benar aku masih belum pantas mendapatkan malam paling menakjubkan ini. Aku masihlah hamba Mu yang penuh dosa. Aku juga masihlah manusia biasa. Tapi aku ingin diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan keajaiban lailatul qadar.     Ya Allah segalanya kini mulai sulit. Satu per satu muncul dalam pikiranku. Ini kebiasaanku malas. Kenapa aku masih saja dihinggapi rasa malas. Bagaimana menghadapinya. Tolong aku ya Allah...     Aku ingin menghasilkan uang. Bagaimana caranya ya?     Sebelum itu, aku ingin bercerita mengenai skripsiku. Masih belum ada perkembangan. Padahal aku harus mulai banyak belajar. Aku harus mulai belajar erdas, arcgis, swat, dan langkah intuk menulis. Aku ingin lulus tahun ini. Aku tidak ingin membebani siapapun lagi. Aku tidak ingin berhutang budi. Aku hanya ingin bergantung dengan sang Maha Pencipta.     Sudah satu minggu propenku tidak ada balasan dari dosen PS. Tapi aku tetap

Arti menjadi cantik

    Hari ini ada seorang sahabat yang mengatakan bahwa aku tidak semakin cantik, masih sama seperti satu tahun yang lalu. Tapi aku lebuh putih menurutnya. Aku senang akhirnya ada yang mengomentari aku seperti itu. Aku suka komentarnya meskipun terdengar tidak baik. Tapi itu mengartikan dia peduli padaku.     Lantas kini aku berpikir, bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu? Apa standar pernyataannya? Aku mulai berpikir bagaimana kata cantik itu dideskripsikan. Ternyata sulit mendeskripsikan cantik. Ya semua hanya teoritis. Relatif, innerbeauty, gk cuma penampilan, apa adanya. Bohong!!! Realitanya tidak seperti itu.     Tapi siapa yang peduli? Jadi, buat orang-orang terutama kaum wanita yang masih minder karena tidak dibilang cantik termasuk juga saya, please banget jangan dipikirin apalagi sampai harus membuat galau. Simak baik-baik perkataan saya bahwa itu "TIDAK PENTING!!!".     Sekarang saatnya mencari dan menonjolkan keunikan anda. Jangan pernah menjadi orang lai

Kenapa nih?

    Aku merasa kehilangan motivasi. Rasanya tidak bersemangat melakukan pekerjaan apapun. Padahal banyak hal yang mau aku lakukan. Tadi malam aku bermimpi gigiku copot. Apakah itu pertanda bahwa aku akan kehilangan? Sedih jika memikirkan siapa yang akan pergi? Sudah bisakah aku membahagiakannya?    Semenjak beliau tidak ada. Aku merasa sepi. Mungkin selama ini aku bersemangat untuk menunjukan padanya bahwa aku bisa survive tanpa keberadaannya disini. Aku akan sukses dan bahagia tanpanya. Tapi dia yang ingin aku pamerkan sudah benar-benar pergi. Haruskahku akhiri?    Kambing hitam. Apakah aku saat jni sedang mencari kambing hitam dari segala yang terjadi dalam hidupku? Bukannya bersemangat. Aku malah semakin lemah. Jiwa dan ragaku melemah. Aku tidak bergairah. Tidak ada motivasi. Tidak ada pencapaian yang aky inginkan. Aku lemah dan sakit. Aku butuh obat dan penawarnya. Atau racun agar aku tak berdaya lagi.

Marhaban yaa Ramadhan

    Subhanallah... sudah hari ke-4 Ramadhan. Sungguh luar biasa berkah ramadhan di tahun ini. Ramadhan tahun ini tanpa Bapak. Tahun ini juga aku merasa Allah sangat menyayangiku. Rasa sayang di tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan ini semoga Allah benar-benar mengampuniku, karena di 10 hari awal Ramadhan adalah masa pengampunan, dan di hari ke-4 ini aku sakit demam. Aku yakin Allah menyayangiku. Makanya demam ini memelukku dengan hangat.     Aku rindu rumah. Kehangatan di rumahku memang telah berbeda. Ada sesuatu yang lain yang tercipta. Walau bagaimanapun aku merindukan kehangatan itu. Kehangatan yang selalu memelukku dan menanamkan bahwa tidak apa-apa menjadi biasa karena di rumah segalanya tercukupi. Namun ketika aku tidak berada di dalamnua, sebenarnya kehangatan itu palsu. Hanya kasih sayang Allah yang sesungguhnya nyata. Allah yang mengirimkan mereka. Seperti sebuah tugas yang harus dilaksanakan yaotu menjadi bagian dari anggota keluarga.     Saat ini, aku ma