Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Evaluasi 6

    Sedekah 2,5% setiap dapat beasiswa!     Ini teramat sangat penting karena setiap rezeki yang Allah kasih untuk kita pasti ada hak untuk orang lain. Jadi, harus tetap dimasukan dalam target tahun ini! Sukses... Semangaaatt.. Semakin dewasa dan semakin anggun! Oia aku tetap memasukan shalat dhuha harus kosisten dalam target, karena setelah aku pikir, itu sangat penting harus ada acuannya. Biar jadi motivasi semangat aja untuk tetap semakin konsisten mengerjakannya.

Evaluasi 5

    Shalat Tahajud harus konsisten!     Ini sulit. Tidak mudah untuk bisa bangun di malam hari. Apalagi ketika saat siang aku terlalu lelah dan tidurnya terlalu malam. Aku pasti tidak bisa bangun di malam hari. Ini wajib dilanjutkan sebagai target tahun ini karena aku masih harus membiasakan diri dan dengan tekad yang lebih kuat lagi untuk melaksanakannya secara konsisten. Semanggaaattt... Semakin dewasa dan semakin anggun!

Evaluasi 4

    Shalat Dhuha harus konsisten!     Hemm... yang satu ini lumayan sukses, tapi itu terjadi pada saat di Bogor saja. Kalau di rumah aku tidak pernah shalat dhuha. Bagaiman mengatasi ini ya. Seperti shalat dhuha sudah menjadi rutinitas yang penting dalam keseharianku saat ini. Pada saat di rumah aku masih suka malu jika mengerjakan shalat dhuha. Aku harus punya trik khusus, yaitu pura-pura naik ke atas lalu shalat. Iya benar! Aku akan melakukan hal ini. jadi, insya Allah tidak perlu dimasukkan dalam target tahun ini, karena Insya Allah aku sudah suka dengan ibadah ini. Amiiinnn... Sukses selalu....

Evaluasi 3

    Kerja keras dapat malam Lailatul Qadar!     Wah... yang ini susah banget ternyata. Tapi tidak ada yang tidak mungkinkan di dunia ini. Susah tau cara mendapatkannya. Sepertinya harus orang-orang yang sudah sangat expert dalam hal agama. Sedangkan aku masih pemula. Belum pantas atau belum siap mendapatkan malam seagung ini. Aku aja shalat masih bolong gimana mau dapat malam Lailatul Qadar. Harus dengan cara apa ya agar bisa mendapatkannya.     Hemmm.... harus cari tau. Aku harus beli buku Fikih wanita, biar aku jadi wanita sholehah dan bisa dapat malam Lailatul Qadar. Jadi, ini masih harus diusahakan ditahun sekarang. Wajib! Insya Allah, Allah adil kok dalam menilai hamba-Nya. Jadi, harus bisa maksimal dalam menaati perinta Allah. Semangaatt pasti bisa kok. Semakin dewasa dan semakin anggun!

Evaluasi 2

    Khatam Al Qur'an tiga kali beserta bulan Ramadhan!     Yeeee... selamat yang ini sukses... Bisa khatam tiga kali dalam setahun senengnya!!!     Sekarang harus lebih ditingkatkan. Kemarin khatam 3 kali karena dua kalinya tidak membaca dengan artinya, dan itu tidak enak. Aku jadi gak ngerti dan tidak meresapi isinya. Tahun ini harus ada perkembangan, tidak perlu khatam tiga kali tapi harus bisa hafal juz 30. Amiiinnn... Amiiiinnn... Semoga terlaksana. Targetnya bisa dicapai, satu tahun waktu yang lama kan... SEmangaaatttt...     Semakin dewasa dan semakin anggun!!!

Evaluasi 1

    Shalat lima waktunya harus tepat waktu!     Masih banyak bolong. Masih suka males. Masih mentingin perjalanan dari pada shalat.     Gak boleh lagi! Sekarang sudah besar, dosa ditanggung sendiri. Gak boleh lagi males dan gak shalat, apapun yang terjadi. Ingat Allah gak suka orang yang tidak mendirikan shalat. Dan ingat laki-laki yang baik itu hanya untuk perempuan yang baik. Jadi, jangan berharap kamu dapat jodoh yang baik kalau kamu masih suka ada yang bolong shalatnya.     Karena ini penting maka harus menjadi target di tahn sekarang. Harus ada peningkatan, atau bila perlu tidak boleh ada lagi yang bolong. Hukum diri sendiri kalau sampai terjadi hal seperti itu lagi. Oke!!!     Sekarang taruh target ini tetap di nomor satu dan sekarang harus ada punishmentnya. Kalau sampe gak shalat aku akan sedekah Rp 10.000,00. Wajib hari itu juga!

20 Nopember 2013

    Happy birthday to me! Happy birthday to me! Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday to me...     Terima kasih buat ucapannya teman-teman. Meskipun agak sedih beberapa melupakannya. Tapi, tidak apa-apa, dengan ini aku jadi lebih sedikit perlu ingat hari ulang tahun mereka yang sudah memberi ucapan padaku.     Wah.. umurku semakin bertambah, berarti sisa umurku semakin berkurang, dan waktuku semakin sempit untuk berjuang menemukan hal menarik tentang dunia ini, dan itu berarti juga semakin sempit waktu ku untuk mempersiapkan bekalku di akhirat nanti. Semoga umurku semakin berkah. Amiiiinnn...     Khusus banget ini terima kasih telah membuat hariku bahagia kemarin. Untuk Keluargaku tercinta, ucapan dan doanya indah banget, semoga Allah mendengarkan doa itu dan mengembalikannya kepada mereka. Amiiinnn..... Untuk Gogo yang pertama kali ngucapin, terima kasih sudah ingat dan nunggu sampe semalam itu cuma untuk ngucapin, semoga Allah selalu memberikan orang-orang yang sayang d

Dilema..

    Dilema nih, udah tingkat akhir, masih terlalu senang menjadi mahasiswa. Setelah ini apa yang harus aku lakukan ya... Aku gak mau jadi bagian data para pencari kerja. Aku pengen menjadi bagian dta para pembuka lapangan kerja. Semoga bisa Ya Allah... Amiiinnn....     Semoga ada kesempata untuk aku bisa S2. Keluar negeri kalau bisa. Tapi, di Indonesia juga tidak apa-apa sih. Pengen jadi sukarelawan. Aku mau daftar jadi volunter Indonesia Mengajar, jadi salah satu orang yang membuat rakyat Indonesia jadi lebih cerdas. etelah uangku terkumpul banyak, aku mau buka taman bermain yang edukasi lingkungan Semoga bisa terwujud.     Barusan buka FB, lihat status orang-orang yang punya teman spesial dalam hidupnya. Sepertinya seru deh. Liat meme yang bisa ke Wakatobi, jalan-jalan gratis, aku bisa gak ya kayak gitu... Hemm... menjadi salah satu orang yang berperan penting dalam perubahan Indonesia. Walaupun aku harus menjadi seperti air yang tidak terlihat, tapi semoga air ini bisa benar-benar

Udara ini beda

Rasanya tak lagi sama. Udara hari ini tak lagi sama dengan udara yang ku hirup kemarin. Bumiku sudah tak berdaya menopang kami, para manusia yang tidak tahu diri ini. Tak ada lagi kicauan burung untuk di dengar, tak ada lagi suara jangkrik di malam hari hari, tak lagi embun di pagi hari yang memandikan tumbuhan-tumbuhan di pekarangan rumah ku, dan tak ada lagi semilir kesunyian pagi yang bisa dirasakan karena sibuknya aktivitas mereka. Lantas apalagi yang bersisa sekaranga? Empat hari lalu, aku baru saja merasakan indahnya kesunyian, kesejukan, dan keasrian bumi ini. Ya! Hanya satu yang bersisa gunung tinggi kokoh yang menjulang itu. Siapa yang bisa melawan kegagahannya kecuali yang Pencipta? Benar sekali! Gunung itu memang tiang bumi, untung masih ada gunung yang bisa menyangga kehidupan manusia-manusia ini. Sedih rasanya, hari ini aku menyadari bahwa sudah banyak sekali yang alam korbankan untuk kita. Tapi, mereka sebut itu adalah keseimbangan. Keseimbangan macam apa? Ketika

Pagi Minggu

    Selasa besok UTS di semester 7. Wah... tidak terasa sebentar lagi. Nikmatin sajalah semua yang akan terjadi, anggap saja ini hari-hari terakhir.. Hehehe... Setelah selesai UTS punya niatan untuk ngadep Bapak buat konsultasi proposal penelitian. Semakin dekat dengan kelulusan. Amiiinnn... Semoga bisa tepat 4 tahun dan semoga bisa lanjut ke S2. Kenapa ya aku masih pengen lanjut S2? sebenarnya karena aku belum mau melihat dunia yang sebenarnya. Aku takut, melihat betapa kejamnya dunia ini.     Setelah beres UTS ini juga Insya Allah aku mau nyusun usaha bareng Imah dan Dewi. Semoga dilancarkan, dan bisa jadi penghasilan yang tetap buat Imah dan Dewi. Habisnya ngedenger mereka kerja, rasanya capek sekali dan aku gak tega, biasanya mereka hidup enak, tapi sekarang harus berletih-letih seperti itu. Semoga ini merupakan jalan yang terbaik untuk kita bertiga. Amiiiinn....     Banyak renaca semoga bisa dijalankan dengan seimbang dan berjalan sesuai rencana.

Aku tahu definisi laki-laki itu seperti apa!

    Malam ini aku danteman-teman pulang nonton konser PSM Ags. Malam ini Rio keren banget! Sudah sejak lama sih aku kagum padanya, sejak Tectona terbentuk. Dia memang beda. Dia tahu apa yang dia suka dan tidak. Dia tahu Pasion dirinya dimana. Sepertinya aku sudah mengungkapkan hal ini di expression aku sebelumnya. Ketika seorang laki-laki tahu apa yang dia suka dan terus berusah mencapai apa yang dia suka tersebut dia pasti terlihat sangat tampan. Itu baru adalah seorang laki-laki sejati. Mungkin hal ini yang membuat saat itu aku juga menyukai Juz, karena dia tahu dirinya ingin dibawa menjadi seperti apa.     Tapi ini adalah perasaan suka dalam bentuk kagum, bukan untuk suka yang lainnya. Huff...rasanya memiliki perasaan seperti ini saja sudah membuatku senang, apalagi memiliki perasaan uka yang lainnya. Malam ini, sekali lagi aku kagum dengan Rio. Dia dewasa dan cool abis...hehehehe     Malam ini juga sepertinya aku tahu yang mana ceweknya Yun. Oia aku belum cerita ya kalau beberap

Sore ini

    Sore ini hujan turun. Masih gerimis sih. Tapi tetap saja berhasil membasahi halaman kosanku yang sempit ini. Hari ini, aku mengerti satu hal, bahwa sebenarnya Tuhan memberikan hati yang sempurna untuk manusia. Hari ini Pak Hero bilang bahwa tipe manusia itu hanya ada dua, yang perlu motivasi dengan dielus atau yang perlu motivasi dengan dicambuk. Lalu bagaimana dengan diriku? Sepertinya aku adalah tipe yang perlu motivasi dengan dicambuk. Haaaa...Rasanya perlu cambukan semangat nih sekarang.     Beberapa hari lalu saat aku pulang kuliah dan ingin kembali ke kosan, ternyata di depan kosan ada juz... Tapi jantung ini sudah tidak berdebar hebat seperti dulu. Apakah ini berarti aku sudah melupakannya? Semoga saja begitu. Saat itu dia sedang meminta bantuan Ria, teman kosan yang dulu sebelah kamar dengan ku saat di asrama, untuk membuat rancangan penelitiannya. Berdasarkan cerita Ria setelahnya, ternyata dia ingin selesai di semester 7 ini, dan mengikuti exchange keluar negri di semest

Buat diri kita berbeda

    Hari ini, entah kenapa aku lebih suka memperlihatkan bahwa aku adalah wanita yang kuat. Sebenarnya, banyak hal yang aku ingin lakukan seperti wanita pada umumnya. Jadi inget omongan Shema tadi pagi, dia minta cariin aku cowok. Hah!!! Aku shock banget tuh. Dia gak salah bilang apa, aku aja belum dapet cowok dari dulu. Entah apa penyebabnya. Aku coba kasih penjelasan ke dia tapi dia bilang dia butuh cowok. Memangnya cewek itu gak bisa ya kalau hidup sendiri tanpa cowok, memang sih terkadang aku juga berpikiran seandainya aku punya cowok. Tapi, ya gak gitu-gitu amat pengen punya. Bukannya malah bikin ribet ya.     Mungkin pemikiran ini yang bikin akku sampai sekarang belum punya cowok. Gak tau kenapa belum ada yang aku suka atau belum ada yang mau sama aku sebenernya? Heuuu... bingung dan kepikiran sendiri. Tapi buat apa dipikirin. Gak ada untungnya. Biarlah, semua berjalan seperti air yang akan terus mengair, tapi kan air bisa macet juga. Mungkin aku tidak akan bisa sukses dalam hal

Sesuai dengan perilaku kita

    Kayaknya perilakuku sudah terlalu jauh menyimpang. Berenti win sebelum semuanya terlambat. Kamu selalu punya mimpi untuk mendapatkan pasangan yang baik dan tidak ramah sama semua wanita. Kamu juga seharusnya bisa seperti itu. Kalau hanya menganggap omongan orang lain itu adalah bualan, coba periksa dan intropeksi diri. Sepertinya kamu udah keterlaluan sekali. Kamu banyak omong, banyak bercanda, banyak ketawa, dan banyak ngegosipin orang. Sejak kapan kamu jadi kayak gini?     Gak boleh! Gak boleh! Gak boleh! Harus berubah win, ayo berubah! Kamu harus bisa menjaga dirimu. Jaga kelakuan dan perilakumu. Jangan sampai keterusan dengan perilaku yang tidak baik ini. Semuanya harus bisa kamu atur dan kamu kondisinya. Belajar dewasa win... Ayoo gak boleh kayak gini lagi. Berubah...Berubah...Berubah...

What am i becoming?

    Paling seneng memang kalo ngomongin masa depan. Apalagi dengan cita-cita dan banyak mimpi yang mewarnainya. Hal yang paling aku sukai adalah aku bisa bebas menjadi siapa saja dan melakukan apa saja. Karena disana hanya ada aku tanpa sifat dan kepentingan orang lain.     What am i becoming? i think i like to be a good directur in Taman Nasional or a good dosen in my faculty or good reporter in scfbw. amiiinnn

Jujur sama diri sendiri itu penting!

    Kalau aku diminta untuk mengulang waktu, waktu manakah yang akan aku ingin kembali? Mungkin disaat aku pertama kali dilahirkan. Entah kenapa aku yakin pada saat itu Ibu dan Bapak pasti tersenyum sangat bahagia. Aku rindu mereka bersama. Mungkin gak sih? Jika memang tidak, akankah mereka bersama di surga-Mu ya Allah?     Tidak akan pernah habis angan-anganku tentang mereka untuk tetap bisa bersama. Tapi, kemungkinan itu terjadi sangatlah kecil, mungkin hanya 0,0000......1%. Meskipun sudah berlalu dan hanya menjadi sebuah kenangan. Tapi, itu adalah kenangan yang paling manis dan paling menyakitkan dalam hidupku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi aku tahu siapa aku dan dari mana asalku.     Saatnya aku untuk mulai menatap masa depanku. Mungkin ini harga yang harus dibayar agar aku bisa merasakan dunia yang sebenarnya. Aku berbeda. Ya... Aku memang berbeda. Orang tuaku yang selalu mengajarkanku bahwa aku adalah berbeda. Disaat orang tua lain berusaha keras ingin anakny

Rusak Luar Biasa

    Beberapa jam yang lalu aku mergokin dua laki-laki remaja yang mau maling rokok di warung Ibu. Saat itu sampai sekarang suasana hatiku sedang buruk, dengan berani aku marah-marah ke mereka. Padahal kakiku gemeran sekali. Tapi, aku mencoba berani. Jika saat itu mereka tahu kalau aku seorang wanita di rumah sendirian, pasti mereka akan tetap mengambil rokoknya. Hemm...tapi aku kan bisa teriak. hehehe... Meskipun itu tidak mungkin karena setelah mereka pergi, aku cuma bisa menyesal. Menyesal karena aku tidak menggampar mereka, atau memeriksa kantung jaketnya, atau melabrak dan menanyai mereka apakah mereka sudah sering berbuat seperti itu, atau menceramahi mereka apakah mereka tidak pernah shalat sehingga tidak tahu bahwa mencuri itu adalah perbuatan dosa, atau menceramahi mereka apakah mereka tidak berpendidikan. Heeuuu...Banyak hal yang seharusnya bisa aku lakukan saat itu. Tapi aku cukup senang karena ini adalah pertama kalinya hal terebut terjadi, dan aku bisa melewatinya. Yesss...

Keluarga

    Sebenarnya apa arti keluarga itu? Wadah memberikan kasih sayang? Wadah untuk bertukar pikiran? Wadah pembelajaran? Atau wadah untuk regenerasi?     Akhir-akhir ini aku sering terpikir bagaimanakah suatu keluarga bisa dikatakan sebagai keluarga yang ideal. Apakah harus lengkap dengan ayah, ibu, dan dua anak cukup? Seperti iklan-iklan yang sekarang sedang marak beredar. Atau apakah profesi ayah sebagai pencari nafkah dan ibu sebagai pengurus rumah tangga dan anakk sebagai investasi masa depan?     Semuanya menjadi sulit sekarang. Aku yang dibesarkan dengan berbagai permasalahan dikeluargaku kini tumbuh menjadi wanita yang begitu pemalu. Aku hanya bisa menulis untuk mewakili perasaanku. Bahkan untuk menceritakan kisah yang enurut orang lain itu adalah sesuatu yang wajar, tapi menurutku tidak begitu. Aku begitu tertutup. Entah karena aku yang tidak bisa membuka diri atau memang tidak ada yang ingin peduli dengan keadaanku.     Tapi aku selalu berusaha untuk berpikir positif tentang

Abstrak...

    Sebel denger kata abstrak. Temen-temenku bilang aku ini abstrak. Sok ngerti banget sih mereka. Memangya mereka tahu apa pengertian abstrak itu? Hemmm....kalau menurut pengertian di mbah google abstrak itu bagian dari tulisan secara menyeluruh dan singkat tanpa ditambahkan kritik. Tapi gak mungkin seperti itu, pendapat lain bilang abstrak itu rumit, susah ditebak, dan aneh.     Apakah maksud mereka bilang kalau aku abstrak dalam pengertian yang kedua ya? Wah...rasanya semakin sebel. Memangnya aku seaneh itukah? Dan yang pertama kali bilang kayak gitu adalah Bapak Ali. Bener-bener ya Bapak Ali nyebelin banget diam-diam. Tapi aneh. Aku kenapa kepikiran terus ya. Apa karena Ali yang bilang?     Padahal aku pengen dibilang anggun, tapi selalu dapetnya mirip kayak cowok. Dan sekarang dibilang abstrak. Kurang anggun kayak gimana lagi sih. Heran deh! Apa aku harus berkebaya kali ya. Tapi tetep aja aku mikirin kata-kata abstrak itu. Sebenarnya apa yang Ali pikirkan waktu bilang aku abstra

Berubah menjadi bersyukur

    Semester 6 hampir selesai. Masa-masa ini pasti aku rindukan. Rasanya semua berbeda dan telah banyak berubah. Aku, kamu, dan kita. Awalnya, aku hanya gadis biasa yang belum mengenal apapun. Meskipun sekarang aku masih sama yaitu gadis biasa tapi aku tahu, jauh di dalam hati dan pikiranku aku sudah lebih matang. Hari ini, Bundo bilang aku tetap sama seperti pertama kali dia kenalan dengan aku. Yap... Aku memang tidak menyukai perubahan. Buat aku perubahan itu menyakitkan, dan mungkin itulah salah satu alasan kenapa hidupku begitu datar. Aku bahagia dengan apa yang aku miliki sekarang meskipun terkadang aku ingin seperti Gogo, yang selalu bisa berbagi dengan si Endutnya, ingin seperti Via dengan kehebatan kepemimpinannya, ingin seperti Meta yang kreatif dan disukai banyak orang, ingin seperti Colay yang jago nulis, ingin seperti Andrian yang pintar, ingin seperti Septi yang bisa menaklukan Bpk Tirta, ingin seperti Adiknya Bang Nizar yang bisa exchange ke luar negeri, ingin seperti kak

Dua jam menentukan hasil 14 minggu

    Adil gak sih, kalau nilai mutu yang diperoleh itu dinilai dari dua jam waktu untuk ujian? Rasanya gak adil banget deh! Meskipun tidak ada lagi cara yang paling efektif untuk menilai proses pembelajaran, tapi akan banyak kemungkin jika hanya dinilai berdasarkan dua jam tanpa ada proses lainnya. Aku disini, tidak pernah berkeinginan untuk menjadi yang terbaik. Hanya saja, aku juga memiliki perasaan yang bisa merasakan adanya ketidakadilan. Begitulah sekiranya hidup ini. Pemodelan selalu dibuat lebih sederhana tapi melupakan yang seharusnya ada. 

Ini yang aku temukan

    Sepi rasanya setelah pindah ke kosan baru. Sekarang aku merasakan kembali ketika pertama kali aku harus jauh dari keluargaku. Tinggal di asrama, untuk memperoleh pembelajaran baru dalam hidupku. Kali ini suasana itu datang lagi. Rasanya aku kesepian. Tapi, aku beruntung bisa merasakannya lagi, sehingga aku tau saat ini aku harus menjadi apa dan berbuat apa.     Mungkkin, satu yang berbeda, pola pikirku sudah tidak sama. Ya! Aku sudah dewasa. Meskipun begitu berada dalam kondisi sepi seperti ini membuatku selalu merindukan rumah. Aku ingin cepat lulus. Bahkan, aku merasa aku tidak bernai lagi untuk pergi lebih jauh dari keluargaku. Bagaimanapun juga mereka yang telah banyak membantuku melihat sebagian kecil puingan dari kehidupan ini.     Aku juga selalu merindukan ibuku. Ingin selalu rasanya dapat melihatnya, memakan masakannya, dan melihat kerusuhannya ketika beliau akan pergi kemanapun. Hemmm...Lucunya..Membuatku tersenyum saat ini. Ketika pertama kali pindah, aku menangis, aku

Semangat! Ini baru awal

    Bismillah...     Hari ini ujian pertama UAS semester 6. Aku tetap memiliki harapan yang besar untuk UAS ini, mengingat nilai UTSku tidak terlalu memuaskan. Hari ini PEHDAS. Target nilai 95, karena UTS kemarin nilaiku 58. Sedihkan bangetkan nilainya! Tapi aku tetap optimis. Aku tahu memang hanya itu yang sekarang harus aku lakukan.     Setelah tadi mengerjakan ujiannya. Meskipun aku masih tetap berkeyakinan akan ada anugrah yang besar yang akan Allah berikan untukku, tapi aku salah menjawab satu soal yang nilainya 10. Berdasarkan perhitungan manusia kira-kira ya 90an lah nilaiku nanti. Hemmm...Berharapnya sih lebih banget. Allah...bantu aku ya.     UAS ini penting sekali bagiku, karena dalam catatan impianku untuk semester 5 dan 6 IP ku bisa mencapai 3,8 (Amiiiin), tapi ternyata untuk semester 5 tidak tercapai, makanya sekarang aku harus berusaha semaksimal mungkin. Jadi, Semangaaattt....Semangaaaaatttt!!!!     Oiya. Aku sekarang sudah pindah ke kosan baru. Di sini suasananya sa

bosan dengan laporan

    Beberapa minggu terakhir ini, rasanya bosan sekali melihat tugas yang semakin menggunung. Tugasnya tidak pernah berhenti selalu terus-terusan datang. Rasanya ingin selesai saja semua ini. Tapi apaah dengan memburu selesai ini semuanya akan memberikan hasil yang memuaskan? Sepertinya tidak. Ada rasa khawatir, takut, dan cemas yang ada dalam hatiku. Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Selama ini cara belajarku agak menrun. Ingat tujuan awal disini. Tapi selalu ingin main.     Banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan, jadi bingung harus mulai dari yang mana. mungkin nanti malam sja dilanjutkan. Rasanya sekarang aku sangat lelah. lapar dan ingin beristirahat. Menenagkan pikiran setelah di dateline tugas. Oke see you!

Merasa Bersalah

    "Tuhan.. ampunilah aku sekali lagi..." Sepertinya ini adalah kalimat paling sering yang aku ucapkan akhir-akhir ini. Aku sudah banyak mengecewakan orang-orang yang ada di sekitarku. Aku seakan pergi dari diriku sendir.     Tuhan....kemana aku sudah mengilangkan jati diriku? Hari ini, aku melepaskan satu impian terbesarku yaitu menjadi sineas perfilman. Mungkin aku suka film tapi belum tentu aku bisa membuat sebuah film, meskipun itu hanya sebuah film dokumenter.     Ini pelajaran berharganya, aku bukanlah manusia sempurna yang bisa semua bidang. Aku percaya bahwa aku akan berusaha lebih untuk belajar, tapi apakah dengan semua yang aku inginkan aku bisa belajar setiap halnya? Huff...melihat kondisikku saat ini sepertinya itu sulit. Aku bisa tapi tidak cukup luar biasa!     IAC film dokumenter, good bye! Sedih dan merasa bersalah karena aku tidak bisa membentuk tim yang kuat, yang bisa membawaku tegak berdiri membela Fahutanku. Aku sibk dengan dunia orang lain. Entahlh..

Ini pasti berkah!

    Hari ini, sungguh luar biasa. Akhir-akhir ini aku memang merasa bahwa hatiku semakin mengeras. Aku sudah jarang sekali menangis, aku tidak bisa bangun malam untuk shalat tahajud, dan melupakan hal-hal yang seharusnya sudah menjadi tanggungjawabku. Ibu..aku merasa aku seperti berjalan sendiri. Merasa kesal entah dengan apa, merasa benci entah dengan siapa, merasa bersalah dan marah entah bagiamana. Aku.....merasa ada seuatu dalam diriku yang berontak. Ingin keluar, ingin berteriak, ingin bahwa semua orang tahu keberadaanku di bumi ini. Tapi, siapa aku? Makhluk lemah yng tidak berharga. Dan aku cukup sadar dengan hal itu.      Tapi hari ini berbeda. Hari ini aku tidak sedang marah, aku tidak sedang kesal, aku tidak sedang benci, dan tidak sedang merasa bersalah. Hari ini, aku diam, merenung, mengingat, dan menangis....     Hari ini, aku ditampar untuk dibangunkan. Aku sadar aku sudah terlalu terlena dengan semua yang aku ingin capai, tapi aku lupa dengan apa yang aku miliki. Cukup

Merintis jalan baru!

    Semalam, tepatnya tanggal 5 Mei 2013 pukul 19.00 di Pojok AGH, mulai terjalin diskusi yang akan merubah hidupku selanjutnya. Aku yakin aku berada di lingkungan yang tepat untuk terus berjuang menggapai impianku memiliki sebuah usaha. Entah berawal dari mana aku selalu ingin menumukan hal yang baru, hal yang belum pernah aku lakkan sebelumnya. Entahlah semangat apa ini. Tapi aku suka dan aku bahagia bisa memiliki sepirit untuk berusaha lebih baik, untuk bisa berprastasi, dan menjadi sesuatu yang berbeda.     Isi perbincangan semalam, memutuskan kami berempat akan mencoba membuat usaha dengan cara patungan dan menambah 2 personil lagi. Usahanya sih terbilang biasa saja, yaitu budidaya ikan lele dan ikan belut. Simpel, tapi ternyata segalanya harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan ada kendala yang berarti untuk kita menjadi wirausaha.     Aku ingin bangun dan berjalan membuktikan mimpi itu. Aku tidak ingin hanya terus bemimpi. Mungkin inilah saatnya, aku menemukan orang-or

Lihat ke depan

    Semangat untuk memberikan yang terbaik. Untuk paper kami ini, semoga bisa sukses melaju ke India, bisa ketemu orang-orang hebat disana. Bisa menjadi titik awal aku kuliah S2 di luar negeri. Amiiinnn..... Ya Allah terima dan kabulkanlah mimpiku ini. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan yang terbaik untuk agama dan bangsaku.

Inilah takdirnya?

    Keluargaku...     Aku memang tak pernah menyalahkan keluargaku atas semua yang terjadi ini. Keluargaku memang berbeda. Berbeda dengan keluarga yang selama ini sering aku impikan. Ayah.. sosok ini sudah lama tidak pernah ada dalam kamus keluargaku. Mungkin sudah sekitar 14 tahun, kasihnya tak lagi menghiasi keluargaku, tapi selalu memberi rona kesedihan.     Dulu, sewaktu aku kecil, tak pernah aku membayangkan, ayah yang biasanya aku panggil Bapak ini, bisa menjadi sosok yang begitu menyakitkan hati keluargaku. Kata ibu, Bapak mulai berubah sejak beliau kecelakaan dan menjadi dekat dengan wanita barunya karena adanya ilmu-ilmu lain di luar nalar manusia dan hanya bisa diyakini. Aku tidak pernah percaya dengan hal itu, tapi sejak adanya perkataan dari tetanggaku yang mengatakan bahwa di atap rumah kami ada yang biasanya disebut dengan teluh.     Ini memang jaman moderen, tapi aku tahu makhluk gaib itu ada karena aku percaya dengan Allah SWT sebagai tuhanku satu-satunya. Mulai seja

Pegel-pegel

    Hari Minggu kemarin, 14 April 2013, sungguh hari yang luar biasa. Aku dan Gogo ikutan Rafting. Waaahhh.... keren dan seru banget. Gak rugilah ya. Lagi pula kapan lagi ada acara kayak gini. :)     Pengalaman yang luar biasa. Pertama kalinya aku bisa ikut arum jeram. Akhirnya terbayar juga rasa ingin tahunya. Seru!!! Dan yang paling berkesan sekali adalah aku jatuh dari perahu dan hanyut terbawa arusnya. Gak kebayang deh, kalau aku tidk dicegat sama skippernya, dan kalau aku kepentok sama batu-batu besar disana. Apa kabarnya denganku sekarang? Untung Allah selalu melindungiku. Terima kasih ya Allah.     Sungguh tidak bisa terjelas semua perasaan ini.

UTS ke-5

    UTS ke-5. Hari ini luar bias karena hari ini ujiannya 2. Akan seperti apakah hari ini? Insya Allah aku sudah berusaha belajar untuk PHR. Sekarang, bagaimana untuk melanjutkannya dalam soal-soal ujian. Aku berharap semua akan baik-baik saja seperti hari-hari kemarin. Ya Allah… biarkan hari ini berlalu dengan menggembirakan. Aku berharap hasilnya menyenangkan, untuk yang sebelumnya, hari ini, dan hari kemarin.        Bismillah……     Everything is alright. Semanggggaaaatttt……     Setelah semuanya selesai hari..     Huff...     Luar biasa, Insya Allah aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Buat PHR lumayanlah, meskipun ada beberapa yang agak-agak lupa gitu. Terus untuk Manhutnya, agak sukses karena ada yang seharusnya inget, malah lupa. haduh... kurang berdoa dan kebanyakan main nih!      Disuruh sebutin pengelolaan malah nyebutin pengurusan. Untung dikasih pencerahan. Ibu pasti selalu doain aku jadi aku bisa kayak gini. Terima kasih ibu yang paling aku cinta karena A

UTS ke-4

    Ya.. Allah..hari ini UTS ke-4. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan. Tapi, aku akan berusah untuk mencapai kesempurnaan walaupun aku tidak bisa sempurna. Aku akan berusaha sebisaku, untuk berjuang dalam mengerjakan soal-soal nanti. Aku bisa..aku pasti bisa.. apapun hasilnya nanti, yang penting aku berusaha semaksimal mungkin, dan hasilnya aku serahkan pada Allah. Apapun yang akan terjadi, aku pasrahkan semuanya pada-Mu. Oke.. saatnya belajar lagi. See you setelah aku ujian. Sekarang aku akan semangat untuk memberikan yang terbaik.      Yeeee.... Terima kasih ya Allah.. hasilnya cukup memuaskan. aku Insya Allah berhasil.. Tapi semua aku serahkan lagi padaMu. Usaha telah aku lakukan semaksimal mungkin. Senennngg rasanya.     Sekarang saatnya membuka PHR dan Manhut. Hayooo gak boleh males-malesa... Cheeerrrsss...:)