Lewat Tengah Malam

http://images1.prokal.co/

Sudah sebulan ini aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sejak tetangga baruku, membuka bisnis penjualan CD lagu bajakan. Aaah... apalah aku, ingin mengomel rasanya tidak cukup pantas. Jadi, biarlah aku yang tersiksa tidak bisa tidur. Mungkin orang lain justru senang karena mendapat hiburan baru.

Lalu malam ini, aku sudah sampai diambang batas tubuhku. Iya, tidur dilarut malam bukan gayaku. Terlebih alarm tubuhku untuk bangun lebih pagi, akibat waktu tempuh rumah dan tempat kerja, memaksa waktu tidurku jauh lebih sedikit. Aku jatuh sakit karena kurang cukup istirahat.

Aku paksa tubuhku bergerak untuk mengambil obat. Demam ini terlalu akut hingga tulang rusukku serasa ngilu untuk digerakan. Aku harus berjuang sendiri karena tidak ada siapapun yang tinggal bersamaku. Tapi biarlah, ini adalah pilihanku.

Dengan susah payah aku raih kotak obat di dekat lemari. Aku gapai obat dengan kemasan merah untuk menurunkan demam. Sekuat tenaga aku kembali ke tempat tidurku. Suara bising lagu tetangga masih memekakan telinga. Hati dan pikiranku mendidih. Namun, aku berusaha mengalihkan semua panca indraku untuk menghiraukan suara tersebut.

"Bukankah dunia ini fana? Masih saja mereka bersenang-senang semu," gerutuku.

Entahlah, aku mulai sayup-sayup tidak sadarkan diri. Mungkin efek obat yang aku minum. Suara bising itu perlahan tidak terdengar. Aku terlelap.

Aku melihat tubuhku meringkuk tertidur di kasur. Terlihat sangat kelelahan. Ada banyak butiran keringat di pelipisnya. Padahal aku merasa malam ini cukup dingin. Aku?

Aku kaget melihat tubuhku sendiri dan tubuhku yang sedang tertidur lelap. Bagaimana bisa?

Aku raba lengan dan wajahku. Aku merasakannya dengan nyata. Aku segera berlari menuju cermin. Iya itu aku. Bagaimana mungkin?

Aku sedikit takut menyentuh tubuhku yang terbaring. Apakah aku sudah mati? Pikiran aneh ini aku tepis jauh. Aku mungkin hanya berhalusinasi. Atau ini hanya mimpi saja.

Aku masih mendengar suara bising dari tetangga. Lagu itu belum juga berhenti. Namun, rasanya lebih riuh tidak seperti biasanya. Aku penasaran.

Aku tinggalkan tubuhku yang sedang tidur. Aku keluar menuju teras rumah. Ada sekitar sepuluh orang yang berkerumun, membawa botol-botol minuman dan berjoget tanpa kendali.

Hal ini sudah tidak bisa dibiarkan, pikirku. Aku hampiri mereka. Dan, sesuatu yang aneh terjadi.

Aku tidak terlihat tetapi aku mampu menyentuh. Suaraku pun mampu mereka dengar. Mereka saling pandang dan sesaat kemudian berhamburan lari. Aku matikan CD lagu yang kencang itu sambil menulis secarik memo peringatan agar menjaga ketertiban lingkungan sekitar.

Aku berjalan riang kembali ke rumah. Lega rasanya. Semoga semua kembali tentram dan nyaman.

Aku panik. Ketika kembali ke kamar, tidak lagi aku temukan diriku terbaring. Aku cari tubuhku ke seluruh ruangan di rumah. Nihil.

Dimana tubuhku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran