Meluruskan Cerita

"Umi, kenapa Tuhan jahat mengusir manusia dari surga?" Tanya Zahra, bocah berusia 5 tahun seusai menyaksikan serial kartun di youtube.

"Manusia tidak pernah diusir oleh Tuhan, sayang," kata Umi lembut.

"Lalu kenapa kita ada di bumi bukan di surga?" Tanya Zahra semakin penasaran.

"Kaka Zahra mau Umi ceritakan kisah Nabi Adam, manusia pertama yang Allah ciptakan?" Tawar Umi mengelus kepala Zahra dan membuatnya duduk di pangkuan Umi dengan nyaman.

"Mau Umi," jawab Zahra berbinar.

"Jadi begini, ketika Tuhan telah menciptakan Malaikat dan Jin, kemudian Tuhan menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. Tuhan ciptakan Umi dan Zahra juga," ujar Umi mulai bercerita sambil bergantian menunjuk Umi dan Zahra.

Zahra mulai fokus. Terkesima dengan pembukaan Umi.

"Para Malaikat berkata, 'Kenapa? Manusia itu akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, sedangkan kami selalu bertasbih memuji-Mu.'," lanjut Umi dengan suara berbeda.

Zahra hanya bergeming. Menyimak.

"Karena Tuhan sangat sayang kepada Manusia. Diingat ya Kak bahwa Tuhan sangat sayaaaang kepada kita, manusia, maka Tuhan membela kita. Selalu. Kata Tuhan 'Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'. Setelah itu Tuhan mengajarkan banyak hal, seluruh nama-nama benda. Lalu disaksikan oleh para Malaikat, Tuhan menyuruh Nabi Adam menyebutkan nama-nama benda yang sudah diajarkan tadi. Tentu saja berhasil. Seluruh nama-nama benda disebutkan oleh Nabi Adam sedangkan para Malaikat tidak tahu dan tidak pernah tahu," sambung Umi dengan ekspresif.

"Kenapa Malaikat tidak tahu Umi?" Tanya Zahra polos.

"Karena Malaikat tidak diajarkan sayang. Tuhan sungguh Maha Tahu lagi Bijaksana," jawab Umi sambil tersenyum.

Zahra mengangguk dan sibuk dalam pikirannya.

"Mau dilanjut ceritanya?" kata Umi memecahkan lamunan Zahra.

Zahra mengangguk setuju dan fokus menyimak kembali.

"Kemudian para malaikat diminta untuk sujud. Namun, Iblis yang sombong dan angkuh menolak. Maka Tuhan memasukan Iblis sebagai golongan kafir. Selanjutnya, Tuhan memerintahkan Nabi Adam dan istrinya, Hawa, untuk tinggal di surga dan memakan apaaa saja kecuali untuk mendekati pohon ini," kisah Umi dengan suara meninggi dan sesekali merendah.

"Kok pohon ini, kata film tadi pohon Khuldi!" Protes Zahra.

"Tuhan mengatakan hadzihi syajarota, pohon ini, tidak pernah disebut bahwa pohon tersebut adalah pohon Khuldi. Kaka paham?" Jelas Umi dengan sabar.

"Iya Umi, setelah itu pasti Tuhan mengusir Nabi Adam dan Hawa karena terpengaruh oleh godaan Iblis. Kenapa? Tuhan marah? Bukankah Tuhan Maha Pemaaf? Kata Umi, Tuhan sayang sama Manusia, kok gitu? Di surgakan enak bisa makan apa saja. Zahra bisa makan buah durian kapanpun Zahra ingin. Kalau di bumi harus tunggu musim dulu. Kenapa Umi?" Berondong pertanyaan penasaran dari Zahra.

Umi tersenyum puas melihat betapa kritis buah hatinya. Kemudian Umi berkata, "Iblis memang telah bersumpah akan terus menggoda Nabi Adam dan keturunannya hingga hari kiamat. Dan tentu Tuhan sangat sayang kepada Manusia. Makanya, Tuhan berikan contoh bahwa seorang Nabi Adam saja bisa tergoda. Jadi Kaka Zahra harus membayangkan betapa godaan Iblis itu sangaaat sangaaaat mengerikan."

Zahra bergidik takut ketika Umi mengangkat lengannya untuk menakuti.

"Sekali lagi Umi katakan ya. Tuhan itu sangat sayang kepada Manusia. Setelah Nabi Adam memohon ampunan dan mengakui bahwa beliau sudah tergoda, Tuhan memberikan ampunan-Nya. Ketika Nabi Adam dan istrinya tergoda, mereka hanya digelincirkan dari surga dan dikeluarkan dari keadaan semula, bukan dikeluarkan dari surga ya Sayang. Jadi, tidak pernah ada ceritanya bahwa Tuhan mengusir Manusia dari surga karena Iblis. Memang sejak awal, Tuhan menghendaki untuk menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi bukan di surga. Begitulah kenapa sekarang Umi, Zahra, Abi, Dede Umar dan semua manusia hidup di bumi sampai waktu yang sudah ditetapkan oleh Allah. Lagi pula hidup di bumi juga asik. Kaka jadi tahu nikmatnya makan buah durian saat musim durian datang, kalau bisa makan durian setiap hari nanti bosan loh. Sama seperti Kaka mengeluh Umi selalu buatkan susu setiap pagi," senyum manis Umi kembali tersungging hangat.

Zahra ikut tersenyum semakin lebar. Sedetik kemudian Zahra memeluk Umi seraya berkata, "Tuhan sangat sayang kepada Manusia, jadi Tuhan juga sayang sama Umi, Abi, Kaka Zahra dan Dede Umar ya. Terima kasih Umi, Kaka Zahra sayang Umi selalu."

Umi membalas pelukan Zahra hampir meneteskan air mata.

Komentar

  1. Wah saya belajar juga nih...
    Terimakasih ilmunya

    BalasHapus
  2. Uhuuk...aku jg baru diceritain. Heee....😁😁😁😁
    Semoga bermanfaatπŸ˜πŸ˜‡

    BalasHapus
  3. kereeen. dih namanya zahra, kayak punyae mb Fut hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi..tak sengaja..lg suka nama itu kaka :D :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran