Wanita Dalam Gerbong

Sayup-sayup aku buka mataku. Gerbong kereta ini tampak lengang. Meskipun seluruh kursi penumpang sesak terisi. Aku mencari tahu sudah berada di stasiun mana kereta yang membawaku ini. Karena terlalu lelah, aku langsung tertidur lelap. Ternyata masih cukup lama untuk sampai di stasiun tujuanku.

Kini kereta berhenti di stasiun transit. Tentu saja banyak penumpang yang turun dan beberapa naik ke dalam kereta. Aku duduk di gerbong terakhir sebelum gerbong khusus wanita. Tidak banyak penumpang kereta yang mau bersusah payah berjalan ke gerbong terakhir, kecuali ingin sekali memperoleh tempat duduk. Salah satu dari penumpang yang baru saja naik adalah wanita muda belia.

Wanita itu menarik perhatianku karena berdiri di hadapanku, tepatnya di depan pintu gerbong kereta. Sambil menyenderkan tubuhnya di samping pegangan pintu di belakangnya. Cantik sekali wanita itu. Dari map plastik yang didekapnya, sepertinya dia baru saja pulang kuliah. Ada judul laporan yang aku ingat sekali logo kampusnya. Aku tersenyum mengingat masa itu.

Entah mengapa wanita muda itu tidak mencari tempat duduk. Padahal masih banyak tempat duduk kosong jika dia mau melayangkan pandangannya berkeliling. Sejak masuk dia langsung memutarkan badannya dan berdiri sambil bersandar di sana. Mungkin karena stasiun tujuannya dekat atau masih muda sehingga dia memberikan kesempatan kepada yang lebih tua. Tiba-tiba ponselku bergetar dan aku mulai terpaku di layar ponsel.

Sudah beberapa stasiun pemberhentian di lewati oleh kereta ini. Penumpang di gerbongku semakin sedikit. Namun, wanita muda itu masih saja berdiri. Aku ingin menawarinya untuk duduk, tetapi dia tidak pernah menoleh dan hanya fokus memainkan ponselnya. Terkadang mulutnya seperti bergumam dan kedua alisnya bertemu. Sesekali juga menggigit bibir bawahnya atau menghembuskan nafas dalam.

Sungguh wanita ini membuatku penasaran. Tanpa sadar, aku berpindah duduk tepat di kursi sebelah dia berdiri. Ah..apa yang aku lakukan? Sepertinya aku terpikat oleh pesonanya. Dari dekat, aku bisa menghirup wangi parfumenya. Hari sudah senja tapi wanita ini masih wangi dan terlihat segar. Kemudian ponselnya berbunyi. Akhirnya, aku dengar suaranya. Suaranya seperti hembusan angin AC, sejuk dan lembut.

Tidak berapa lama, terdengar samar suaranya merendah. Kemudian wanita itu selalu mengucap kata iya. Entah apa yang sedang dibicarakan dengan orang diseberang telpon itu. Beberapa kali telapak tangannya basah dan diusapkan begitu saja di celana jeans yang dia gunakan. Selanjutnya dia membalikkan tubuhnya menatap ke arah pintu. Hirupan nafas dalamnya semakin sering. Kini, kakinya mulai bergerak-gerak tak menentu. Beberapa kali kepalanya mendongak mungkin memandangi rute kereta.

Suara pemberitahuan bahwa kereta sudah sampai di akhir perjalanannya. Aku bersiap. Kemudian menunggu di depan pintu kereta. Aku berdiri disebelah wanita muda itu. Aku tidak berani melihat ke arahnya, tapi dari kaca pintu terlihat bayangan wajahnya. Tampak tidak jelas. Aku hanya tahu bahwa punggungnya sering kali bergerak naik turun seperti sesenggukan dan tangganya menutupi bagian hidung serta mulutnya. Mungkinkah dia menangis?

Kereta berhenti dan pintu terbuka. Wanita itu semakin menjauh dari pandanganku. Jalannya cepat nyaris seperti berlari kecil. Kepalanya tertunduk dengan map plastik didekapnya erat. Apa yang terjadi dengannya? Aku hanya bisa memandangnya semakin jauh dan berlalu. Sedikit terbersit rasa penyesalan. Mungkinkah aku melewatkan sesuatu?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran