Aah... Bos!

Hari ini, baru saja aku melihat salah seorang teman bbm mengganti foto profilnya dengan gambar dan caption dari Bob Sadino. Mari kita ingat sedikit tentang tokoh inspiratif Bob Sadino yang sudah banyak membawa perubahan bagi dunia bisnis di negara ini. Kesehariannya yang sederhana dan kisah hidupnya yang menginspirasi dari pekerja rendahan menjadi seorang miliuner, memang tidak boleh dilupakan begitu saja.

Dalam gambar tersebut terdapat Bob Sadino dengan captionnya yang berisi 'Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, Anda tetap seorang pegawai.. Sekecil apapun usaha yang Anda punya, Anda adalah bosnya'. Langsung tepat menohok setelah melihatnya. Aku jadi teringat secarik kertas kecil yang terhimpit diantara buku-buku pada rak lemari itu. 

Ketika itu, aku menulis keinginan untuk memiliki 1000 pegawai yang tersebar diseluruh pelosok negeri dan aku hanya akan sibuk berkeliling negeri ini untuk melihat pegawaiku hidup dengan sejahtera. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Tidakkah ada rasa takut dalam diriku ketika menuliskannya. Itu hanya sebuah tulisan, gumamku.

Namun, anehnya, tanpa sadar aku mengambil nafas panjang. Kemudian hanya membiarkan ibu jari kananku menyentuh layar ponsel tanpa arah. Seluruh gambar dan pemberitahuan berlalu begitu saja, tanpa diindahkan mataku. Pikiranku kosong. Rasanya aku ingin lebih lama merebahkan tubuh di kasur ini sendirian dalam kamarku. Menggeliat-geliat ke kiri dan ke kanan. Ruang kamarku terlihat hampa dan senyap. Keceriaanku juga tiba-tiba mengendur. Aku tidak lagi berhasrat untuk mengerjakan apapun.

Mungkin tidur bisa membuatku lebih baik, pikirku. Sudah tentu, itu juga tidak merubah suasana hatiku. Alih-alih tertidur, kepalaku justru pusing karena memaksa mata untuk terpejam. Aku sapu perlahan ruang kamar minimalis ini. Pandanganku terhenti di secarik kertas yang terhimpit itu. Tiba-tiba ombak bergemuruh di dadaku. Api menyalak dalam pikiranku. Pandanganku tidak beralih sedikitpun dari kertas itu.

Tubuhku bangkit, mendekati kertas itu. Menariknya dengan perlahan agar tidak sobek. Kertas ini sudah berubah, warnanya agak menguning dan tinta tulisannya sedikit memudar. Aku mulai membuka lipatannya. Mataku terbelalak seketika. Ternyata aku tidak hanya menulis tapi juga menggambarkannya dengan aneh. Senyumku mengembang. Aaah...aku rindu dipanggil Bos!

Komentar

  1. Wah keren mimpinya. Saya amiin kan saja ya...amiin Allohumma Amiin

    BalasHapus
  2. Penjabaran deskripsiny mntep mbak...keren. Jelas n mwakili keadaan

    BalasHapus
  3. Ceritanya simple, tapi ngena. Nice post :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran