Ini Tentang Bersama Siapa

    Entah ini perasaan bersalah, menyesal atau lainnya. Aku pikir semalam aku telah memutuskan hal yang benar. Aku memilih pergi bersama, entahlah mungkin sudah aku anggap sahabat, DewM. Padahal saat itu aku juga akan bertemu dengan beberapa teman baru yang aku kenal di grup S.
    Perasaan ini mungkin karena aku sebenarnya bisa menyusul mereka, tapi karena terlambat aku memperoleh info dari yang ada disana maka aku terlanjur pulang dan sampai di rumah. Iya mungkin aku menyesal. Namun, bukan pada pertemuanku dengan DewM tapi lebih kepada aku seharusnya bisa bertemu mereka juga.
    Aku memang memilih pergi bersama DewM karena seingatku dia yang mengajakku pergi sebelum mereka. Selain itu, aku juga tahu dia tidak akan mengajakku pergi jika tidak terjadi sesuatu. Sedikit info tentangnya adalah dia cukup sulit untuk berbaur dengan orang lain, temannya mungkin tidak banyak sama sepertiku, dan aku ingin sekali bisa selalu hadir untuk nya. Entah mengapa.
    Aku mengenalnya sejak dibangku SMA. Dia memang sederhana bahkan sangat sederhana. Tentu saja aku langsung bisa menyukai kesederhanaannya itu. Dia pintar dan selalu bisa memberikan solusi. Iya benar. Dibandingkan yang lain, dia selalu bisa aku harapkan untuk membantuku menemukan solusi dari masalah remeh temeh kehidupanku. Sesungguhnya ini sangat penting. Namun, terkadang aku lupa jika aku harusnya sangat bersyukur bisa mengenalnya.
    Kemudian banyak desas desus tentang hidupnya. Untung nya aku bukan lah sosok yang suka mencampuri urusan orang lain apalagi tentang keluarga. Biar lah jika itu tidak pernah diceritakan kepadaku maka sama artinya itu bukan perkara yang sepatutnya aku ketahui. Hal itu cukup bagiku selama ini. Semakin lama mengenalnya aku tahu, hidup nya lebih berat dari hidupku, masalahnya lebih penat dari masalahku, dan kebahagiaannya mungkin lebih sederhana dari padaku. Intinya beberapa hal yang Tuhan ternyata lebih sayang padanya dari padaku.
    Selanjutnya tentu bisa dengan mudah ditebak. Tidak banyak hal yang bisa dia lakukan untuk masa depannya, dengan segala keterbatasan itu sepertinya dia agak menyerah dengan hidupnya. Hidup seperti perjalanan baginya tapi hanya dengan satu jalan saja, tidak ada kesempatan dan peluang baginya. Terkadang bersamanya membuatku gemes sendiri, karena dia terlalu tidak semangat, lemah, dan tidak memiliki pilihan. Hanya mengikut saja dengan segalanya. Entah itu bentuk kepasrahan dan keikhlasan tertinggi seperti yang aku pahami selama ini atau itu adalah tindakan menyerah. Tuhan pasti tahu lebih banyak tentang ini. Tapi semoga segalanya menjadi lebih baik.
    Aku selalu ingin menjadi bagian indah dalalam hidupnya. Dari segala yang telah terjadi di hidupnya, aku ingin dia bisa lebih bersemangat lagi setelah bertemu atau bersama denganku. Inilah mengapa aku memilih nya semalam. Wanita ini lebih membutuhkanku. Aku yakin Tuhan akan lebih membantu kita ketika kita membantu orang lain saat kesulitan.
    Sementara mereka, meskipun aku sangat ingin bertemu dengan mereka dan lebih mengenal mereka serta berbagi tawa dengan mereka, tetapi mereka tidak terlalu membutuhkanku atau mungkin aku yang membutuhkan mereka. Apapun itu, aku sudah memilih pergi bersama siapa dan aku tidak akan menyesal dengan pilihanku ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran