Tips Tetap Menulis Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan memang bulan yang selalu dinanti umat muslim. Bulan Ramadhan tak pernah sepi dari berbagai ciri khasnya sejak subuh hingga magrib. Selain fokus dalam beribadah, kita juga dituntut untuk fokus dalam menjaga semangat. Karena menjaga tubuh tetap prima bukan perkara mudah.

Dilansir dari www.cermati.com menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Samuel Oetoro mengungkapkan penyebab orang cepat lemas saat berpuasa disebabkan karena jumlah kadar gula dalam tubuh yang semakin lama akan semakin berkurang. Oleh karena itu, pemilihan makan yang tidak tepat saat sahur bisa mempengaruhi kondisi tubuh di siang hari.

Lalu apakah puasa bisa dijadikan alasan bermalas-malasan dan tidak produktif dalam bekerja terutama untuk menghasilkan tulisan? Perfectly not. Berikut tips agar kita bisa tetap menulis di bulan Ramadhan.

1. Pilih Waktu Saat Tubuh Masih Segar

Ketika sedang berpuasa, sudah secara alamiah tubuh kita akan berangsur kekurangan asupan gizi yang ujung-ujungnya mengakibatkan tubuh lemas dan tidak konsentrasi. Karena menulis juga butuh konsentrasi dan tenaga, ada baiknya dilakukan saat asupan gizi dalam tubuh kita masih cukup. Maka pilihlah waktu yang tepat untuk menulis, seperti setelah makan sahur, pagi hari atau setelah berbuka puasa. Tentu kita tidak mau dong kualitas tulisan kita menurun karena kurang konsentrasi! (Nanti ada tetangga yang bilang butuh aKUA? :P)

2. Agendakan Jadwal Menulis

Biar bagaimanapun, bulan Ramadhan belum tentu datang lagi loh! Who knows? Jadi harus benar-benar dimanfaatkan dalam beribadah. Fokus pada ibadah. Bahkan sudah dijanjikan bulan Ramadhan semua amal ibadah akan dilipat gandakan pahalanya. Bukan hanya itu ada bonus pengampunan dosa juga. Sayang sekali kalau dibiarkan berlalu begitu saja. Makanya jadwal sehari-hari penting untuk dibuat. Agendakan semua kegiatan selama bulan Ramadhan. Sekitar 30 hari saja. Mudahkan? Agendanya dibuat rapih dan detail beserta jamnya juga. Minimal balance antara tugas ibadah dan tugas sehari-hari termasuk menulis.

3. Kurangi Aktivitas yang Tidak Penting

Pada hari biasa mungkin kita termasuk yang aktif beraktivitas seperti kesukaan tawaf di mall atau manjat-manjat pohon kelapa. (Peace :D). Sekarang mari coba belajar memilih aktivitas yang prioritas dan tidak. Karena modal tenaga tubuh kita mungkin tidak cukup untuk melakukan segala aktivitas yang pada hari biasa bisa kita lakukan. Dengan memilih aktivitas prioritas, kita bisa save energy sehingga puasanya bisa kuat sampai bedug magrib tiba. Selain itu, kita juga bisa punya banyak energi untuk tetap menulis.

4. Hemat Bicara

Saat bulan Ramadhan jangan hanya puasa makan dan minum, tetapi puasa lisan juga penting. Berhenti nyerocos ngomongin teman sekelas, teman sekantor, bos nyebelin atau dosen galak karena itu buang-buang energi, waktu dan pikiran. Makanya semua hal itu tidak perlu dibicarakan langsung apalagi dari belakang, cukup ditulis saja. Simsalabim sudah jadi deh satu tulisan! Jadi, makin produktif menulis, meski bulan Ramadhan.

5. Menjaga Asupan Makanan Bergizi

Godaan makanan di bulan Ramadhan memang paling banyak. Khususnya menjelang berbuka puasa. Mulai dari gorengan berminyak sampai kolak bersantan. Sesekali boleh sih, tapi pikirkan juga akibat kedepannya ya! Di saat lambung sedang kosong dan lapar, jangan langsung diberikan makanan yang tidak sehat. Bisa jadi nanti setelah bulan Ramadhan atau saat bulan Ramadhan tubuhmu langsung bereaksi sakit. Justru menghilangkan kesempatan kita untuk beribadah dan beraktivitas lainnya. Lagi pula menjaga asupan makanan bergizi juga diperlukan bagi stamina tubuh. Jadi, ibadah lancar, menulis juga tinggal wusss...

Sekarang sudah tidak perlu khawatir lagi untuk tetap menulis di bulan Ramadhan. Selamat berpuasa dan tetap semangat berkarya dalam tulisan. Ingat jangan berbuka dengan yang manis karena yang manis belum tentu setia \o/\o/\o/

Happy Ramadhan Mubarak!!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran