Selalu Dijawab

Bukan hanya di mulut. Seharusnya aku tidak perlu takut, pada perkara dunia yang tidak pernah berhenti berkelut. Membuat yang terpikir justru makin sulit tercapai. Alhasil merasa kecil dan lemah menertawai penuh bahagia.

Aku tak pernah mengerti pada hati yang kantuk pada akhir dari cerita hidup. Bukankah ketidakpastian itu sendiri yang paling menakutkan? Bukan masalah ketidakmampuan personal. Terlebih kecantikan semata.

Saat hatiku kalut. Memeluk diri sendiri adalah cara paling ampuh. Untuk terus berjalan sampai paruh. Meskipun terseok kaki menuju berlabuh.

Sudah tak penting bagaimana manusia berkata dan berbuat. Tak lagi berpengaruh pada hidup yang semakin tak layak. Sayang aku tak punya Kuasa untuk menghentikan. Hanya berusaha mengubah pada diri sendiri lalu merefleksikan.

Sampai dipenghujung garis hitam bertemu terang. Aku tak sadar telah merapalkan banyak kata permintaan dan pengampunan. Lalu menunggu bukan jd persoalan. Karna darinya semua itu terjawab. Selalu dijawab. Tak berhenti diberikan jawaban. Melalui bentuk jawaban bermacam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran