Postingan

My Frozen Time

Bagian 6             Nyaris. Pintu gerbang sekolah hampir tertutup. Aku pasang cengiran kuda kepada dua satpam sekolah yang bersiap mengeluarkan amunisi omelan. Aku tetap berlalu membiarkan kedua satpam tersebut saling sahut menggerutu. Setelah memarkirkan sepeda, aku berlari tergesa menuju kelas. Semoga Ibu Sita belum datang.             Beruntung. Kursi guru masih kosong. Aku intip sekeliling ruang kelas, belum ada sosok itu. Lega napasku yang masih tersengal akibat berlari. Aku masuk dan menghampiri tempat duduk dengan tatapan penasaran dari para sahabatku.             “Tumben! Beruntung Ibu Sita membiarkan kita belajar lima belas menit sebelum kuis dimulai,” sambut Riris di sebelahku.             “Ibu Sita selalu sangat disiplin. Beruntung aku bisa sampai te...

My Frozen Time

Bagian 5             Aah….Bapak. Aku masih ingat betul wajahmu kala itu. Berkisah tentang masa kecilmu. Sungguh sumringah. Mungkin masa itu adalah pertama dan terakhir  kali aku melihat pribadi lain dari dirimu. Aku tidak akan pernah lupa.             Ada kejadian menarik lain setelah kisah pagi itu. Salah satu keajaiban kecil dari Tuhan yang kini membuatku geli sendiri. Kejadian ini juga menjadi salah satu   my frozen time . Selesai mendengar kisah Bapak, aku pamit berangkat ke sekolah. Tentu saja dengan sepeda coklat berkeranjang. Aku kayuh sepeda, seperti biasa. Melalui jalan biasa. Berdendang pelan mengikuti irama kayuhan. Keindahan apalagi yang aku butuhkan. Pagi itu, udara sejuk berkat hujan semalam mengiringi keberangkatanku. Syahdu sekali. Sembari bersepeda, aku pandangi hamparan sawah luas hingga ujung pandang cakrawala.     ...

Pencarian

Aku sendiri tidak benar-benar tahu apa hakekat sebenarnya dari sebuah pencarian. Pencarian tentulah cara untuk menemukan. Namun, menemukan apa atau bagaimana itu sendiri tidak ada standar pasti. Iya. Hanya bisa merasa dan menerka. Tidak ada tanda. Tidak ada kepastian. Semua melalui kepekaan dari indra yang dimiliki. Yakinlah itu hal yang tidak mudah tapi bisa dilewati. Tentang bagaimana pencarian dihentikan atau dipaksa berhenti pada suatu masa dan tempat. Saat itu tidak pernah bisa tertebak dan dielakan. Jalan utamanya adalah kepasrahan. Meskipun ada jalan memutar lain tetapi jalan akhirnya adalah kepasrahan. Tentang apa pencarian dilakukan ketika menjalankan dan menemukan mungkinkah sebuah perencanaan yang dipaksakan ataukah takdir Tuhan yang menggerakan. Tidak ada kepastian bahkan dalam kepastian itu sendiri. Sekali lagi jalan utama dan akhir adalah kepasrahan. Kemudian pencarian dan kepasrahan bersama membentuk pilihan percaya atau berusaha percaya. Kemungkinan lari dan kem...

Ibu Tua

Kak, tahukah kamu, sudah seminggu ini ibu tua di pojok jalan buntu itu, yang biasa bertengger duduk di bawah pohon kersen tidak pernah tampak, yang seringkali berbagi tempat duduk dan buah kersen matang dengan kita, yang suka sekali bercerita tentang kampung halaman dan betapa cantik beliau ketika muda. Aku mulai cemas. Apakah beliau baik-baik saja? Terakhir aku lihat, beliau hanya sedikit berucap. Aneh. Beliau membagi semua bekal makan siang untukku. Beliau berkata, aku harus sehat dan kuat, maka semua makanan harus aku habiskan. Tentu aku habiskan semua makanan. Kakak pasti ingat aku suka makan. Tenang Kak, aku tidak akan lupa berucap terima kasih. Makananku belum habis, beliau izin untuk pamit dengan mata fokus pada satu arah. Aku susuri kemana mata itu melihat. Ternyata pada keluarga berpagar ukiran kayu jati yang baru saja turun dari mobil Alphard hitam. Beliau lari gapah-gopoh menghampiri mereka. Aku heran. Bukan karena rumah itu tidak berpenghuni dan banyak rumor bereda...

Aku Benci 22 Desember!

Gambar
22 Desember 2016 I hate the date! Aku coret angka 22 tanpa sisa di kalender dinding dengan spidol merah. Hari ini pasti menyebalkan. Aku harus segera mengambil banyak makanan untuk sehari, membawa banyak buku bacaan dan mengisi penuh baterai mp3 player . Seharian ini, aku tidak akan beranjak dari kamar. Tidak juga peduli dengan segala aktifitas di luar. Tidak butuh waktu lama, aku sudah terbaring di ranjang bertingkat dengan earphone  di telinga dan buku Water Margin  di tangan. Aku selalu suka membaca karena buku tidak pernah sekalipun berkhianat. Aku juga gemar mendengarkan musik karena musik merupakan jeritan hati yang tidak terdengar. Tok... Tok... Tok... Tanpa permisi Ibu masuk dan mengambil buku dari tanganku. "Kamu harus berangkat ke sekolah!" Perintah Ibu sambil menarik tanganku untuk bangkit. Aku melepas tarikan tersebut. Ibu menarik tanganku kembali dengan kedua tangannya. Jauh lebih keras. Aku tidak bisa lagi mengelak. Ibu melepas...

Sudah Diketuk

Gambar
Pagi ini dengan fajar, kehangatan, sinar dan mentari di langit yang sama. Seperti biasa sebelum beraktifitas, aku larutkan diri dalam terpaan udara pagi yang masih basah. Pagi ini semua kondisi sama dengan hari-hari kemarin. Hanya saja batinku kini meronta. Telah lama aku putuskan untuk pergi dari hingar bingar kerasnya dunia. Mengunci semua indra dan membangun dunia sendiri. Iya, dunia yang aku hirup sekarang sangat nyaman dan indah. Aku hanya perlu berusaha untuk diri sendiri. Tidak meminta dan tidak juga memberi. Impas. Setidaknya aku tidak mengganggu dan merusak. Hingga tadi malam, pintu naluri kemanusiaan yang sudah aku penjarakan selama bertahun-tahun terketuk dan dibuka secara paksa. Kemudian ditarik kencang keluar sel. Akibat sudah lama bersemayam, timbunan lemak yang menumpuk membuat persendiannya kaku hingga terhuyung dan terhempas. Tergeletak tepat di depan pintu penjara yang rusak. Semalam pintu rumah diketuk hebat. Tentu saja mengganggu tidur lelapku. Aku c...

Jangkrik Pencari Cinta

Gambar
Part 2 Sepanjang hari, selama pelajaran berlangsung di dalam kelas, saat pelajaran olah raga di luar kelas, ketika istirahat di kantin, dan saat ekstrakulikuler sepak bola, Gril tampak tidak bersemangat. Hanya menjawab seadanya dan tidak mau diajak berbicara. Sahabat Gril heran dengan tingkah lakunya hari ini. Ketika sendiri, diam-diam Gril mengamati foto dan surat itu. “Gue harus apa?” Tanya Gril pada dirinya. Gril semakin putus asa. Tubuhnya semakin sering ber- metamorf . Beruntung kedua sahabatnya, yang merupakan teman sejak kecil dan juga tetangganya, sudah tahu bahwa Gril bukan manusia biasa. Mereka sudah terbiasa melihat dan menyembunyikan kondisi Gril ketika dia harus secara tiba-tiba ber- metamorf . Meski sangat dekat, Gril masih belum bisa menceritakan kabar aneh ini. Menjadi manusia normal, itu artinya akan menjadi seperti mereka dan meninggalkan dunia ajaib  Dae  yang penuh kesenangan.           ...