Mulailah Lagi

    Turun naiknya kehidupan adalah kesadaran mulai disadari. Lumrah jika sisa umurmu kian sedikit, kamu akan mulai terbiasa dengan kondisi ini. Lambat laun, ini akan menjadi makanan sehari-hari. Namun, belum saatnya bagiku.
    Ya! Aku sudah pada tahap mulai sadar, tapi belum terbiasa. Sebut saja ababil. Mungkin kata ini cocok untukku. Kebanyakan orang sudah lebih dulu merasakannya atau terlambat merasakannya atau bahkan tidak sedikit yang mengabaikannya.
    Lalu aku memilih untuk merasakannya saat ini. Aku jatuh selanjutnya terasa melayang, jatuh lagi lalu melayang lagi. Lompatan emosiku seperti roller coaster yang melaju cepat. Mungkin ini juga menjadi salah satu timbulnya jerawat-jerawat di wajahku.
    Aah... Toh aku hanya bisa menerimanya dengan pasrah. Jadi biarkan saja, semuanya juga akan berlalu dan indah pada waktunya. Meskipun begitu aku tetap akan berusaha semampuku. Seperti pohon yang selalu berusaha tumbuh meski harus menggugurkan daunnya.
    Walaupun terjatuh. Aku akan berusaha lagi.
    Walaupun gagal. Aku akan memulai lagi.
    Walaupun tersesat. Aku akan mengulang lagi.
    Aku tidak akan berputus asa dari rasa ini. Meskipun rasanya sangat tidak menyenangkan. Namun aku akan terus berusaha semampuku, untuk menjadi lebih baik lagi.
    Mulailah lagi. Terus memulai lagi. Meski harus dari nol. Meski harus tidak memiliki. Meski harus tapa daya. Aku akan mulai lagi, lagi, lagi, dan lagi.
    Aku belajar menjadi bijak karena tahu perihnya tersakiti. Aku belajar menjadi kuat karena tahu perihnya gelap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran