Sekeping Hati

    Seolah tidak memiliki aturan. Aku tidak tahu bagaimana gagasan-gagasan itu dibentuk untuk memcari pekerjaan. Kenapa bagiku, yang terpenting adalah melakukan hal yang kita sukai dan bukannya mencari sela menaklukan dunia yang kejam ini? Disaat yang lain berpikir untuk mencari kedudukan yang lebih baik dengan penghasilan yang tentunya baik pula, aku malah sibuk bagaimana aku bisa mengekpresikan diriku. Mungkin aku berbeda, atau aku yang membedakan diriku?
    Sudah lama aku sadar bahwa aku tidak pernah ingin melakukan apa yang orang lain lakukan, tidak pernah ingin menjadi sama dengan yang lain. Namun aku selalu saja ingin melakukan apa yang orang lain lakukan ketika mereka sudah mencapai sesuatu. Tidak pernahkah aku sadar bahwa aku terlalu tidak fokus? Hmmm... Rasanya sekeping hatiku ingin sekali mencurahkan segalanya kepada orang lain. Aku butuh konseling. Tapi entah dengan siapa.
    Aku yang rumit ini, tidak pernah bisa berlama-lama mengerjakan sesuatu. Selalu ingin mengerjakan sesuatu yang baru. Selalu berubah-ubah. Tidak bisa konsisten. Hal-hal ini akan membuatku terlena dan terus bermalas-malasan. Aku sadar sekali ini akan membuatku sulit untuk mencapai kesuksesan. Rasanya aku ingin berontak.
    Sekeping hatiku. Tolonglah bersahabat. Aku ingin menjadi orang sukses tetapi kenapa disaat-saat senggang aku malah terlalu sibuk memikirkan hal tidak penting. Tidak antusius. Tidak preferable. Menyerah saja. Mungkin selalu itu bisakan yang aku dengar dari dalam hatiku. Aku harus terus memacu semangatku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran