Postingan

Rohingya Vs First Travel

Gambar
Masih berkeliaran berita dan informasi di media-media sosial tentang kekejaman yang dirasakan Rohingya. Masih banyak bala bantuan untuk Rohingya di berbagai acara. Masih belum lelah berhenti suara lantang kecaman untuk segera menghentikan penindasan Rohingya. Dan, masih santer kata-kata 'Save Rohingya'. Kenapa? Karena setiap muslim bersaudara. Meskipun kekejaman ini sesungguhnya merupakan bencana kemanusiaan. Iya. Rohingya sudah kehilangan hak asasinya untuk hidup. Merdeka. Bebas. Lalu, bicara persoalan muslim bersaudara, ada loh muslim di Indonesia yang tertimpa musibah juga. Iya benar. First Travel (FT). Korbannya ribuan jemaah. Muslim, tentu saja. Dan, apa yang dilakukan? Hanya Rohingya yang masih jadi primadona dan prioritas? Tidak. Walaupun menelan korban sesama muslim. Kedua kasus ini tidak sama. Pelaku FT sudah mendapatkan ganjaran atas apa yang mereka lakukan. Kita bisa mengawalnya secara langsung. Dan, kejadian ini jauh lebih baik dari pada melihat ora...

Si Deadliner

Kapan kamu kapok menunda-nunda pekerjaan? Selalu deadline. Kemarin-kemarin kemana? Kebiasaan deh! Maksudnya apa? Allah kasih kamu waktu yang sama dengan yang lain. Kenapa yang lain tepat waktu sedangkan kamu selalu mepet-mepet. Kamu pikir kamu siapa? Merasa paling disayang Allah? Hamba Allah yang paling spesial? Umat Nabi Muhammad yang paling taat? Hah? Siapa? Coba siapa? Keturanan bangsawan atau darah biru juga enggak. Heran deh! Masih bisa-bisanya leha-leha tidak memaksimalkan waktu. Jangan beralasan prioritas. Kamu yang tidak bisa mengatur waktu tidak pantas berkata prioritas. Semuanya prioritas saat menjelang akhir deadline? Kamu saja yang tidak pandai mengelolanya. Walaupun bukan prioritas setidaknya kamu bisa selesaikan semua tugas sebelum pada waktunya. Sekarang mungkin terlambat. Websitenya sudah drop dan kamu belum upload satupun. Hari terakhir loh. Apa yang akan kamu bilang pada ibumu? Lihat saja, kamu akan menjadi bulan-bulanan amarahnya! Atau dicuekin sekenanya...

Bos Kudu Pintar

Suka gak sama atasan yang pinternya kira-kira di bawah kita? Kalau disuruh-suruh sama yang dipikiran kita lebih bodoh enak gak sih? Yang cuma bisanya perintah sana, perintah sini. Nyuruh-nyuruh saja tapi kalau dia sendiri yang ngerjain gak bisa. Suka gak sih? Suka atau gak suka sebenarnya relatif sih ya. Yang pasti itu nyebelin. Karena ketika kita mengerjakan itu terus kita kesulitan dan mentok tok tok tok. Siapa yang mau ditanya? Kalau yang kasih perintah saja gak tau harus berbuat apa. Jadi, memilih bos kudu pintar, gak juga sih. Gak harus pintar yang penting solutif saat kita punya masalah. Iya gak sih? Iyain saja biar cepet. Hehe... Kalau sudah merasa sangat merana dengan apa yang terjadi, maka keluar dan menjadi bos yang lebih pintar atau membuka usaha sendiri. Mungkin disebut lebih cocok dari pada disebut sebagai karyawan. Untuk bos yang dianggap belum pintar ini, tentu masih ada kelebihannya. Tidak mungkin menjadi bos kalau dia tidak memiliki sesuatu yang berbeda dar...

Setelah Mbell Pergi

Gambar
http://art-vatar.blogspot.co.id/ Genap seminggu Mbell pergi. Aku masih juga susah move on . Setiap tengok ke depan selalu ingat sosoknya yang sedang duduk manis atau sok sibuk mengerjakan ini dan itu. Begitulah, Mbell tidak pernah berhenti beraktifitas. Bekerja seperti sudah menyatu dalam aliran darahnya. Mbell, masih ingin aku kenang kisahmu, tetapi berlarut dalam kesedihan juga bukan solusi menggembirakan. Aku, kita, harus ikhlas mulai menapaki perjalanan hidup ini sendiri. Aku yakin kekuatan Allah Yang Maha Besar mampu menempatkan kita di ruangan yang dibersamai oleh cinta-Nya. Setelah kamu pergi, aku tidak ingin diam dan larut dalam sedih. Meskipun belum ada penggantimu di depan sana. Bangku itu masih kosong dan selalu sukses membuatku berkhayal andai kamu kembali. Berada lagi di sini. Aku juga mulai bisa lagi mengontrol emosi. Memang tidak baik banyak berbicara dan sedikit bekerja. Semenjak kamu pergi aku fokus menggerakan jemari atau melantunkan beberapa kalima...

Curug Ngeledek

Libur itu jalan-jalan. Hadeuuh... gitu deh kata anak muda kekinian. Kamu kekinian? Kalau aku masih termasuk kekinian. Hehe.. Iya libur itu saatnya jalan-jalan. Melihat keelokan negeri ini. Asiiik.... Sebenarnya kabur dari rutinitas itu penting. Tergantung situasi dan kondisi kantong juga ya. Jangan memaksakan pergi jauh kalau tidak ada uangnya. Apalagi sampai pinjam? Oh.... Big No!!! Salah satu alternatif jalan-jalan murah selain ke taman dekat rumah atau ke alun-alun kota, bisa juga coba pergi ke curug. Iya, meskipun letaknya di gunung, tidak terlalu melelahkan seperti pendaki-pendaki kekinian itu. Tapi, pergi ke curug tetap layak diperjuangkan loh! Maksa ini! hehe... Jadi, kenapa judul tulisan ini 'Curug Ngeledek', karena belum lama ini aku pergi ke curug yang bernama Curug Bandung tetapi letak lokasinya di Karawang. Aneh ya. Ngeledek banget. Tapi, abaikan itu, yang penting situasi di sana. Hal paling menarik saat mengunjungi curug adalah kondisi airnya yang ...

Tahun Baru Hijriah

Selamat Tahun Baru Hijriah.... Senang ya sudah tahun baru lagi, semoga-semoga yang baik-baik terjadi di tahun baru ini. Tidak terasa banget sudah tahun baru saja. Koreksi diri lagi. Hayoo koreksi diri lagi. Gimana ibadah wajibnya? Gimana ibadah sunnahnya? Gimana sedekahnya? Gimana akhlaknya? Masih belum baik. Masih banyak bolong. Masih berantakan. Samaaa. Toss. Tapi mumpung nih. Mumpung masih dikasih kesempatan. Mumpung diingetin. Mumpung Allah masih sayang. Mumpung momentnya pas. Ayo menjadi pribadi yang lebih baik. Selalu. Kapanpun. Setiap saat. Lalu, seperti biasa di awal tahun baru selalu ada hal yang menjadi keinginan dan cita-cita. Bagaimana denganmu? Apa keinginanmu di tahun baru hijriah ini? Punya pasangan? Hehe...Samaaa. Toss. Punya usaha sendiri? Samaaa. Toss. Punya banyak waktu yang bermanfaat untuk orang lain? Samaaa lagiii. Toss. Punya kesempatan kuliah di luar negeri? Dimana? Aamiin ya rabbal'alamiin.. Semoga dikabul Allah ya... Ya...

Anak Emak

Iya gitu deh kalau jadi anak Emak. Apa-apa yang diajak curhat Emak. Kalau mau memutuskan apa-apa bilang Emang. Kalau ada sulit-sulit apa langsung cari bantuan Emak. Pokoknya, Emak... Emak... Emak... Emak selalu. Kadang heran juga, kalu terus-terusan Emak, kapan dewasanya? Gimana nanti kalau Emak udah makin kurang seterongnya, atau Emak udah makin pelan daya ingat dan pikirnya. Kudu gimana? Ya, harus mulai belajar. Apa-apa Emak boleh aja. Boleh banget malah. Tetapi, apa-apa Emak tapi gak pernah mikir, gak pernah belajar, gak pernah merhatiin. Bagaimana Emak bisa seseterong itu atau bagaimana Emak bisa menyelesaikan banyak masalah. Kudu wajib diperhatiin. Buat pembelajaran. Buat pengalaman. Buat langkah pertama. Jadi nanti kalau punya masalah kayak gitu, kesusahan kayak gitu, udah bisa deh ngejalaninnya sendiri. Apalagi saat Emak sudah mulai dalam pemeliharaan kita. Kita? Iya kitalah, siapa lagi? Jadi, selama Emak masih ada, deket-deket terus sama Emak. Tempel terus si E...