Postingan

Bertambah Usiamu

Hari ini adalah hari istimewa untukmu. Dua puluh empat tahun yang lalu kamu dilahirkan dengan sambutan senyum terbaik yang orang tuamu miliki. Meskipun saat itu kamu membalas dengan jerit tangis yang memecah suasana panik, khawatir dan tegang dari seisi ruang persalinan. Sampai hari ini pun masih seperti itu. Senyum terbaik mereka selalu hanya untuk hari istimewamu. Walaupun ditambah nyanyian beribu doa dan nasehat, itupun juga demi kebaikanmu. Namun ada yang berbeda, ada lebih banyak senyum, ucapan dan doa yang ditujukan khusus untukmu kali ini. Iya, itu berasal dari kami, teman, sahabat dan orang yang menyayangimu. Kami tidak memiliki hubungan kerabat denganmu tetapi karena banyak waktu dihabiskan bersama, kedekatan dan keakraban mulai terjalin. Begitulah kita saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Kemudian, berbahagialah di hari istimewamu. Inilah senyum, ucapan dan doa dari kami untukmu. Setahun bukanlah waktu yang singkat tetapi juga bukan waktu yang panjang...

JOSH

Jika jomblo adalah title kekolotan Maka akulah si kolot itu Jika jomblo adalah penanda ketidak gaulan Maka akulah si cupu itu Jika menunggu adalah bentuk kepasrahan Maka aku bersiaga dalam keistiqamahan Jika kesepian adalah teman sepermainan Maka persahabatanku erat dengan kemandirian Hidup tidak akan berhenti karena title jomblo Hidup juga tidak akan habis karena sendirian Justru ini adalah puasa yang menanti berbuka Justru ini adalah ujian yang menanti kelulusan Justru ini adalah perlombaan yang menanti dimenangkan Dan justru ini adalah proses untuk mencapai tujuan JOSH

Ara

Sembilu belati menghantam bersama dengan tusukan air hujan di sekujur tubuhku. Air mata yang bercampur air hujan berlomba memasuki rongga mulut. Baru saja aku saksikan kemelut basa basi dunia yang fana ini. Dimana pada akhirnya yang tersisa adalah pernyataan betapa Tuhan teramat memercayai manusia. -------------------- Sore tadi, Ara dan ibunya pergi ke salah satu rumah di kompleks pertanian. Rumah itu dihuni oleh keluarga yang terbilang besar, ada nenek, ayah, ibu dan kelima anaknya yang masih usia sekolah. Ibu Ara berniat meminta uang sewa mobil yang berbulan-bulan belum juga dibayar kan oleh sang kepala keluarga pemilik rumah itu. Maklum, Ibu Ara adalah seorang janda, jadi Ara lah sebagai anak tertua yang mengantar ibunya menagih uang tersebut. Ara sudah yakin bahwa ini hanya sia-sia tapi karena rasa kasihnya kepada ibu, maka Ara dengan senang hati mengantarkan. Pucuk dicinta ulampun tiba2. Sesampainya di sana, seribu alasan yang intinya tidak ada uang untuk membayar sewa mobi...

Tentang Waktu

Tahu apa yang paling sering kita lupakan selama ini? Waktu. Tanpa kita sadari sesungguhnya waktu mungkin menertawai kita. Bahkan Sang Pencipta sudah memberikan peringatan Nya melalui "Demi masa!" Berbicara tentang waktu berarti juga menceritakan tentang kamu. Memahami waktu berarti juga berusaha mengingatmu. Kemudian merelakan waktu berarti mencoba berdamai dengan kehilanganmu. Waktu itu pertama kali kita bertemu. Kemudian seiring berlalunya waktu, kebersamaan kita semakin dekat. Akhirnya, waktu kemarin adalah saat aku harus kehilanganmu. Aku tahu waktu sedang menertawaiku. Waktu juga sedang bermain dengan hidupku. Mungkin waktu yang hanya bisa menyadarkanku. Namun, aku belum mampu menghilangkan biasmu dari waktu. Setiap angka pada waktu selalu saja tentangmu. Setiap bunyi detik selalu saja tawamu. Aku berharap waktu pergi dan lenyap agar hilang kamu dari pikiran dan hidupku. Bahkan aku membuang semua waktu ke tempat sampah. Membiarkannya termakan belatung dan ber...

Manusia Pinggiran

Kebahagiaanku sederhana Kereta lewat dengan cepat dan bising Aku sudah bahagia Tontonan dan hiburan Kebahagiaanku sederhana Lompat diantara bantalan rel Aku sudah bahagia Ceria dan penuh Canada tawa Kebahagiaanku sederhana Tidak didatangi petugas pemerintah Aku sudah bahagia Rumah dan hidup aman Kebahagiaanku sederhana Tanaman sayur mayurku utuh Aku sudah bahagia Perut kenyang dan uang tersimpan Aku si miskin dari pinggiran Hanya berharap Empat kesederhanaan ini selalu ada Sambil menunggu habis masaku

Opini Cetek

Jengah, mual, gumoh, melihat pemberitaan akhir-akhir ini. Tidak bermaksud menyindir siapapun. Saya hanya ingin sedikit menyeimbangkan panasnya dunia pemberitaan. Para penikmat media sosial pasti paling banyak menyolong kabar pemberitaan. Jika merasa apa yang diberitakan relevan atau sedikit relevan dengannya, sudah tentu menu share akan segera dipilih. Padahal, psikologis manusia secara alamiah berpikir berdasarkan apa yang ingin dipikirkan. Tentu, subjektivitas paling merdeka. Bahkan, semburat-semburat provokasi sudah tidak diindahkan. Selama pemberitaan yang dishare, dishare juga oleh orang lain. Ini yang disebut ikut-ikutan. Kadang, karena terlalu bersemangat ingin dianggap update, isi dari pemberitaan tidak ditangkap sempurna atau tidak banyak sumber pemberitaan yang dibacanya, hanya tertarik pada judul pemberitaan yang panas. Ini mengkhawatirkan, mengingat etika jurnalistik tidak genap diterapkan pada setiap pemberitaan. Kemudian penafsiran menjadi semakin bertolakbelakang. ...

Tolong Aku!

Gambar
https://indraibe.files.wordpress.com/2011/10/cermin-pecah.jpg Pukul 00.15 WIB. Aku tersentak bangun karena terjatuh dari tempat tidur. Sekujur tubuhku berkeringat. Nafasku tersengal. Aku baru saja bermimpi tetapi lupa mengenai apa. Sudah genap sebulan ini aku terbangun di tengah malam selalu pada jam dan kejadian yang sama. Awalnya aku anggap biasa tetapi saban hari masih terjadi dan makin menjadi. Akibat jatuh dari tempat tidur yang lumayan tinggi, siku dan lututku memar. Kini semakin nyeri dan lebam. Belum penuh kesadaranku, tiba-tiba jendela kamarku berbunyi keras. Suaranya seperti ada benda yang dilemparkan keras ke arah kaca jendela. Aku sontak melompat kaget. Apa itu? Tanyaku dalam hati. Seketika kesadaranku dipaksa mengumpul. Aku dekati jendela. Dalam sekejab banyak benda asing menumbuk kaca jendelaku, beramai-ramai. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena suasana di luar begitu gelap dan terlalu banyak benda membentur secara bersamaan. Bahkan kaca jendel...