Resensi Mustahil Miskin, Lepas dari Kemiskinan dalam 30 Hari


Buku Mustahil Miskin

Siapa yang sedang mengalami kesulitan ekonomi atau tengah dirundung kemiskinan? Apalagi di masa pandemi seperti ini. Banyak kasus PHK terjadi. Ada juga pengusahana yang bangkrut. Bahkan tingkat stres karena kondisi finansial menurun juga terjadi.

Sayangnya, semua itu seringkali disiasati hanya menggunakan logika dan rasionalitas. Padahal, kita sebagai umat muslim, sangat perlu untuk memandang setiap peristiwa dalam hidup memakai kacamata iman agama Islam.

Terlebih, Islam sangat membahas detail setiap sendi kehidupan manusia. Mulai dari perihal remeh dan receh hingga perihal gaib yang melangit. Sampai-sampai, kita percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi ketika Tuhan sudah berkehendak.

Salah satunya terkait dengan rezeki. Dalam buku Mustahil Miskin karya Luqmanulhakim Abdul Qodir Jaelani atau dikenal dengan nama Ustadz Luqmanul Hakim Pontianak, dijelaskan mengenai hubungan rezeki dengan kemiskinan.

Buku ini didedikasikan untuk masyarakat muslim Indonesia dan dunia. Buku ini juga cocok untuk dijadikan panduan agar bisa terlepas dari kemiskinan dalam 30 hari. Bagaimana, penasaran bukan?

Masa iya hanya dalam 30 hari, kita bisa kaya raya dan terbebas dari kemiskinan. Rasanya sungguh mustahil.

Arti Kekayaan

Buku Mustahil Miskin diawali dari sebuah prolog mengesankan. Penulis seperti menghantarkan pembaca pada satu frekuensi perspektif yang sama tentang kekayaan. Jangan sampai pembaca memiliki definisi sendiri yang berbeda dari buku.

Prolog disajikan dengan cara mengisahkan dua kisah. Kisah tersebut mampu menggugah kita mengenai kondisi kehidupan, khususnya terkait kekayaan. Bahwa tidak ada orang yang kita anggap kaya karena tampak banyak harta tapi aslinya tidak. Dan tidak juga orang yang kita anggap miskin karena tampak tidak memiliki harta tapi aslinya sungguh memiliki uang yang tidak kita sangka-sangka.

Dari dua kisah tersebut, penulis berpesan jika kekayaan sebenarnya tidak diukur dari uang atau materi semata. Namun, uang atau materi tersebut malah masih menimbulkan perasaan tidak tentram dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari kita.

Selanjutnya berdasarkan dua kisah tersebut, penulis memberikan penawaran. Sebuah penawaran tersebut terkait dengan kekayaan dan kemiskinan. Secara singkat disebut sebagai Mustahil Miskin.

Teka Teki Padanan

Kita seringkali terjebak dalam suatu padanan kata-kata. Padanan kata-kata ini justru dipahami dengan salah oleh banyak orang. Sehingga kita merasa perlu untuk membenahi kembali pemikiran dan cara pikiran kita berpikir.

Uniknya, teka teki padanan ini berasal dari ayat-ayat suci Al-Qur'an. Jadi, bukan sekedar asal-asalan karangan penulis tanpa dasar. Namun, padanan yang didasarkan pada panduan kitab yang benar yakni Al-Qur'an.

Teka teki padanan tersebut membuat kita sadar diri. Bahwa kekayaan tidak disandingkan dengan kemiskinan tetapi dengan kecukupan. Dalam makna itu jelas bahwa kondisi kemiskinan bukan diciptakan dari Tuhan melainkan kondisi kecukupan.

Hal ini tentu berbeda dari konep yang kita pahami. Jika kekayaan maka akan dipadankan dengan kemiskinan. Dan bukan dengan kecukupan.

Sekam dalam Bara Api

Pada bab ini, penulis memberikan penjelasan berikutnya. Penjelasan pada bab ini semakin mempertegas pemahaman kita terkait arti kekayaan dan kemiskinan. Penjelasannya juga menggunakan ilustrasi yang menarik.

Manusia lebih suka mengandalkan perasaan dan prasangka. Padahal, kedua hal tersebut belum tentu benar keberadaannya. Bahkan seringkali justru melemahkan diri. Dalam bahasa penulis disebut sebagai menggerogoti jiwa sedikit demi sedikit.

Sekam dalam bara api diartikan sebagai belenggu-belenggu perasaan. Setidaknya ada lima belenggu perasaan yang disebut penulis. Kelima belenggu perasaan tersebut, yaitu kegelisahan (al jaza'), kecemasan (at tawattur), kemarahan (al ghadab), putus asa (al ya-s), dan pesimis (at tasyaa-um).

Kelima belenggu perasaan di atas dipicu karena hadirnya masalah dalam kehidupan kita. Sehingga Rasulullah mengajarkan sebuah doa agar kita terhindar dari masalah.

Berikut doanya.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang."

Kemudian timbulnya malasah disebabkan oleh satu hal yakni Gaya Hidup. Lalu hadirnya Tiga Jebakan Dunia yang dapat membuat kita lupa pada Allah. Akhirnya, kita pun harus berdamai dengan segala bentuk masalah.

Buku Mustahil Miskin

Hak Milik vs Hak Pakai

Dalam segala perkara masalah hidup yang kita hadapi, ternyata semua dimulai dari pemahaman terhadap hak milik dan hak pakai. Sejatinya, kepemilikan di dunia berdasarkan perspektif Islam hanyalah hak pakai bukan hak milik.

Mirisnya, kita kerap memposisikan diri sebagai pemilik. Lalu sekehendak hati merasa bahwa apa yang ada di dunia merupakan hak milik kita. Sehingga, kita menjadi semena-mena dan bertingkah di luar batas terhadap segala sifat dunia.

Padahal, semua yang ada di dunia hanya bisa menjadi milik kita dalam dua bentuk, yaitu amal shaleh dan dosa. Sisanya, seperti yang melekat pada tubuh, pasangan, harta benda dan barang-barang hanya bersifat hak pakai saja.

Sewaktu-waktu takdir Tuhan berkehendak untuk mengambil semua itu. Maka, kita harus menyadari bahwa memang itu semua bukan milik kita tetapi kita hanya dititipi untuk memakai saja.

Mustahil Miskin

Pada bab-bab selanjutnya, penulis menuangkan banyak pemahaman terkait rezeki yang lebih meluas dalam kehidupan. Seperti perbedaan antara azab dan ujian, lalu ukuran-ukuran kenikmatan yang sebenarnya, dan level kepantasan sebagai seorang mukmin.

Tidak lupa juga, inti dari membaca buku ini yakni panduan menjadi manusia yang mustahil miskin. Disebutkan beberapa kunci untuk bisa mencapainya. Mulai dari Al-Qur'an, shalat, zakat, infaq, dan wakaf dengan penuturan kisah ringan di zaman Rasulullah dan para sahabat.

Setelah berhasil mempraktekkan kunci mustahil miskin, penulis juga memberikan kisah hikmah dari orang-orang yang bisa terbebas dari masalah. Kemudian ada beberapa sifat yang harus kita hindari agar tetap menjadi manusia kaya.

Epilog

Pada bagian terakhir, penulis mengajak pembaca untuk mengenal konsep keberkahan. Keberkahan ini menjadi perkara penting yang sekarang sering ditinggalkan banyak orang. Padahal keberkahan merupakan kunci agar kita bisa melakukan kebaikan-kebaikan lainnya dengan lebih mudah.

Penulis juga mengingatkan dengan sungguh-sungguh bahwa keberkahan menjadi jalan rezeki. Rezeki yang tidak akan pernah habis dan tertutup. Sehingga pembaca menjadi lebih bersyukur atas sekecil apapun nikmat yang Tuhan berikan.

Uniknya lagi, buku ini juga dilengkapi dengan kisah-kisah pengalaman dari banyak orang. Melalui cerita atau kisah tersebut, kita bisa mengambil pelajaran dalam kasus yang lebih nyata. Sehingga kita memiliki bukti yang lebih otentik.

Buku Mustahil Miskin, Lepas dari Kemiskinan dalam 30 Hari bisa menjadi referensi menarik untuk menghadapi kemelut persoalan di dunia, khususnya dalam urusan rezeki dan permasalahan hidup lainnya,

Bagaimana Nadaers, mulai penasaran mau baca bukunya langsung, kan? Silakan cuss dibaca sampai selesai. Karena bahasa yang digunakan ringan dan mudah dimengerti. Rasanya jadi mau cepat-cepat baca sampai di bagian terakhir.

Selamat membaca Nadaers!

Komentar

  1. titanium hair for golf and golf | TitaniumArt
    Shop titanium hair for golf and golf at iron titanium token TitaniumArt. Browse titanium hair TitaniumArt's latest titanium nail products titanium gravel bike and see which ones are the best. dewalt titanium drill bit set

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran