Sesal Menyesal

Bagaimanapun, menyaksikan seseorang pergi memilih jalan yang diyakini salah, tetaplah menyakitkan. Meskipun jauh di lubuk hati, begitu menyayangkan. Bahkan ikut menyalahkan diri. Namun, dalam logika tidak ada yang patut disalahkan.

Tiap-tiap kita wajib bertanggung jawab atas diri sendiri. Termasuk lebih baik dan lebih berilmu. Aku sadar, tidak ada yang paling mungkin yang bisa dilakukan karena hakikatnya tidak ada yang salah dari pernyataan membela diri. Apalagi meminta keadilan.

Bahwa dalamnya hati tidak bisa diprediksi. Dalamnya kalbu tidak patut dihakimi. Aku tidak akan memintamu kembali. Aku hanya berharap kamu segera pulang. Segera ikut antrean masuk dengan sabar.

Yakin Tuhan dengar dan selalu melihat. Tatkala, semua tidak lagi sesuai harapan. Tuhan justru memanggil untuk lebih dekat kepadaNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EOA GOLD, Investasi Emas Dunia Akhirat

Mengenal Sereal Umbi Garut, Manfaat, dan Cara Mengonsumsi

Unlogic Birth dalam Al Quran